<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-17953307</id><updated>2011-11-02T08:03:03.562+07:00</updated><title type='text'>Wiwin Winaldi.Blogspot.com</title><subtitle type='html'>Today is better than yesterday and tomorrow will be better than today</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://anawinaldi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anawinaldi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Wiwin Winaldi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05462216199722523446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17953307.post-112971611209413310</id><published>2005-10-19T16:47:00.000+07:00</published><updated>2005-10-19T17:01:52.100+07:00</updated><title type='text'>Diam Itu Emas</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2242/1744/1600/photo100.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2242/1744/200/photo100.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dalam upaya mendewasakan diri kita, salah satu langkah awal yang harus kita pelajari adalah bagaimana menjadi pribadi yang berkemampuan dalam menjaga juga memelihara lisan dengan baik dan benar. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam.", hadits diriwayatkan oleh Bukhari.&lt;br /&gt;1. Jenis-jenis Diam&lt;br /&gt;Sesungguhnya diam itu sangat bermacam-macam penyebab dan dampaknya. Ada yang dengan diam jadi emas, tapi ada pula dengan diam malah menjadi masalah. Semuanya bergantung kepada niat, cara, situasi, juga kondisi pada diri dan lingkungannya. Berikut ini bisa kita lihat jenis-jenis diam:&lt;br /&gt;a. Diam Bodoh&lt;br /&gt;Yaitu diam karena memang tidak tahu apa yang harus dikatakan. Hal ini bisa karena kekurangan ilmu pengetahuan dan ketidakmengertiannya, atau kelemahan pemahaman dan alasan ketidakmampuan lainnya. Namun diam ini jauh lebih baik dan aman daripada memaksakan diri bicara sok tahu.&lt;br /&gt;b. Diam Malas&lt;br /&gt;Diam jenis merupakan keburukan, karena diam pada saat orang memerlukan perkataannya, dia enggan berbicara karena merasa sedang tidak mood, tidak berselera atau malas.&lt;br /&gt;c. Diam Sombong&lt;br /&gt;Ini pun termasuk diam negatif karena dia bersikap diam berdasarkan anggapan bahwa orang yang diajak bicara tidak selevel dengannya.&lt;br /&gt;d. Diam Khianat&lt;br /&gt;Ini diamnya orang jahat karena dia diam untuk mencelakakan orang lain. Diam pada saat dibutuhkan kesaksian yang menyelamatkan adalah diam yang keji.&lt;br /&gt;e. Diam Marah&lt;br /&gt;Diam seperti ini ada baiknya dan adapula buruknya, baiknya adalah jah lebih terpelihara dari perkataan keji yang akan lebih memperkeruh suasana. Namun, buruknya adalah dia berniat bukan untuk mencari solusi tapi untuk memperlihatkan kemurkaannya, sehingga boleh jadi diamnya ini juga menambah masalah.&lt;br /&gt;f. Diam Utama (Diam Aktif)&lt;br /&gt;Yang dimaksud diam keutamaan adalah bersikap diam hasil dari pemikiran dan perenungan niat yang membuahkan keyakinan bahwa engan bersikap menahan diri (diam) maka akan menjadi maslahat lebih besardibanding dengan berbicara.&lt;br /&gt;2. Keutaam Diam Aktif&lt;br /&gt;a. Hemat Masalah&lt;br /&gt;Dengan memilih diam aktif, kita akan menghemat kata-kata yang berpeluang menimbulkan masalah.&lt;br /&gt;b. Hemat dari Dosa&lt;br /&gt;Dengan diam aktif maka peluang tergelincir kata menjadi dosapun menipis, terhindar dari kesalahan kata yang menimbulkan kemurkaan Allah.&lt;br /&gt;c. Hati Selalu Terjaga dan Tenang&lt;br /&gt;Dengan diam aktif berarti hati akan terjaga dari riya, ujub, takabbur atau aneka penyakit hati lainnya yang akan mengeraskan dan mematikan hati kita.&lt;br /&gt;d. Lebih Bijak&lt;br /&gt;Dengan diam aktif berarti kita menjadi pesdengar dan pemerhati yang baik, diharapkan dalam menghadapi sesuatu persoalan, pemahamannya jauh lebih mendaam sehingga pengambilan keputusan pun jauh lebih bijak dan arif.&lt;br /&gt;e. Hikmah Akan Muncul&lt;br /&gt;Yang tak kalah pentingnya, orang yang mampu menahan diri dengan diam aktif adalah bercahayanya qolbu, memberikan ide dan gagasan yang cemerlang, hikmah tuntunan dari Allah swtakan menyelimuti hati, lisan, serta sikap dan perilakunya.&lt;br /&gt;f. Lebih Berwibawa&lt;br /&gt;Tanpa disadari, sikap dan penampilan orang yang diam aktif akan menimbulkan wibawa tersendiri. Orang akan menjadi lebih segan untuk mempermainkan atau meremehkan.&lt;br /&gt;Selain itu, diam aktif merupakan upaya menahan diri dari beberapa hal, seperti:&lt;br /&gt;Diam dari perkataan dusta&lt;br /&gt;Diamdari perkataan sia-sia&lt;br /&gt;Diam dari komentar spontan dan celetukan&lt;br /&gt;Diam dari kata yang berlebihan&lt;br /&gt;Diam dari keluh kesah&lt;br /&gt;Diam dari niat riya dan ujub&lt;br /&gt;Diam dari kata yang menyakiti&lt;br /&gt;Diam dari sok tahu dan sok pintar Mudah-mudahan kita menjadi terbiasa berkata benar atau diam. Semoga pula Allah ridha hingga akhir hayat nanti, saat ajal menjemput, lisan ini diperkenankan untuk mengantar kepergian ruh kita dengan sebaik-baik perkataan yaitu kalimat tauhiid "laa ilaha illallah" puncak perkataan yang menghantarkan ke surga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17953307-112971611209413310?l=anawinaldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anawinaldi.blogspot.com/feeds/112971611209413310/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17953307&amp;postID=112971611209413310' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112971611209413310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112971611209413310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anawinaldi.blogspot.com/2005/10/diam-itu-emas.html' title='Diam Itu Emas'/><author><name>Wiwin Winaldi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05462216199722523446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17953307.post-112971522479910534</id><published>2005-10-19T16:43:00.000+07:00</published><updated>2005-10-19T16:47:04.803+07:00</updated><title type='text'>5 Tipe Karyawan di Kantor Kita</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/2242/1744/1600/winaldi2.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/2242/1744/200/winaldi2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pengklasifikasian karyawan dan pejabat kantor ini didekati dengan istilah hukum yang digunakan dalam agama Islam. Pendekatan ini samasekali bukan untuk mencampuradukkan atau merendahkan nilai istilah hukum tersebut, melainkan hanya sekedar guna mempermudah pemahaman kita karenamakna dari istilah hukum tersebut sangat sederhana dan akrab bagi kita. Mudah-mudahan bisa jadi cara yang praktis untuk mengukur dan menilai diri sendiri.&lt;br /&gt;(Ide dasar ini diambil dari pendapat Emha Ainun Najib)&lt;br /&gt;1. Karyawan / Pejabat "Wajib"&lt;br /&gt;Tipe karyawan atau pejabat wajib ini memiliki ciri : keberadaannya sangat disukai, dibutuhkan, harus ada sehingga ketiadaannya sangat dirasakan kehilangan.&lt;br /&gt;Dia sangat disukai karena pribadinya sangat mengesankan, wajahnya yang selalu bersih, cerah dengan senyum tulus yang dapat membahagiaan siapapun yang berjumpa dengannya.&lt;br /&gt;Tutur katanya yang sopan tak pernah melukai siapapun yang mendengarnya, bahkan pembicaraannya sangat bijak, menjadi penyejuk bagi hati yang gersang, penuntun bagi yang tersesat, perintahnya tak dirasakan sebagai suruhan, orang merasa terhormat dan bahagia untuk memenuhi harapannya tanpa rasa tertekan.&lt;br /&gt;Akhlaknya sangat mulia, membuat setiap orang meraskan bahagia dan senang dengankehadirannya, dia sangat menghargai hak-hak dan pendapat orang lain, setiap orang akan merasa aman dan nyaman serta mendapat manfaat dengan keberadaannya&lt;br /&gt;2. Karyawan / Pejabat "Sunnah"&lt;br /&gt;Ciri dari karyawan/pejabat tipe ini adalah : kehadiran dan keberadaannya memang menyenangkan, tapi ketiadaannya tidak terasa kehilangan.&lt;br /&gt;Kelompok ini hampir mirip dengan sebagian yang telah diuraikan, berprestasi, etos kerjanya baik, pribadinya menyenangkan hanya saja ketika tiada, lingkungannya tidak merasa kehilangan, kenangannya tidak begitu mendalam.&lt;br /&gt;Andai saja kelompok kedua ini lebih berilmu dan bertekad mempersembahkan yang terbaik dari kehidupannya dengan tulus dan sungguh-sungguh, niscaya dia akan naik peringkatnya ke golongan yang lebih atas, yang lebih utama.&lt;br /&gt;3. Karyawan / Pejabat "Mubah"&lt;br /&gt;Ciri khas karyawan atau pejabat tipe ini adalah : ada dan tiadanya sama saja.&lt;br /&gt;Sungguh menyedihkan memang menjadi manusia mubadzir seperti ini, kehadirannya tak membawa arti apapun baik manfaat maupun mudharat, dan kepergiannya pun tak terasa kehilangan.&lt;br /&gt;Karyawan tipe ini adalah orang yang tidak mempunyai motivasi, asal-asalan saja, asal kerja, asal ada, tidak memikirkan kualitas, prestasi, kemajuan, perbaikan dan hal produktiflainnya. Sehingga kehidupannya pun tidak menarik, datar-datar saja.&lt;br /&gt;Sungguh menyedihkan memang jika hidup yang sekali-kalinya ini tak bermakna. Harus segera dipelajarilatar belakang dan penyebabnya, andaikata bisa dimotivasi dengan kursus, pelatihan, rotasi kerja, mudah-mudahan bisa meningkat semangatnya.&lt;br /&gt;4. Karyawan / Pejabat "Makruh"&lt;br /&gt;Ciri dari karyawan dan pejabat kelompok ini adalah : adanya menimbulkan masalah tiadanya tidak menjadi masalah.&lt;br /&gt;Bila dia ada di kantor akan mengganggu kinerja dan suasana walaupun tidak sampai menimbulkan kerugian besar, setidaknya membuat suasana tidak nyaman dan kenyamanan kerjaserta kinerja yang baik dapat terwujud bila ia tidak ada.&lt;br /&gt;Misalkan dari penampilan dan kebersihan badannya mengganggu, kalau bicara banyak kesia-siaan, kalau diberi tugas dan pekerjaan selain tidak tuntas, tidak memuaskan juga mengganggu kinerja karyawan lainnya.&lt;br /&gt;5. Karyawan / Pejabat "Haram"&lt;br /&gt;Ciri khas dari kelompok ini adalah : kehadirannya sangat merugikan dan ketiadaannya sangat diharapkan karena menguntungkan.&lt;br /&gt;Orang tipe ini adalah manusia termalang dan terhina karena sangat dirindukan "ketiadaannya". Tentu saja semua ini adalah karena buah perilakunya sendiri, tiada perbuatan yang tidak kembali kepada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Akhlaknya sangat buruk bagai penyakit kronis yang bisa menjalar. Sering memfinah, mengadu domba, suka membual, tidak amanah, serakah, tamak, sangat tidak disiplin, pekerjaannya tidak pernah jelas ujungnya, bukan menyelesaikan pekerjaan malah sebaliknya menjadi pembuat masalah. Pendek kata di adalah "trouble maker".&lt;br /&gt;Silahkan anda renungkan, kita termasuk kategori yang mana...?Semoga semua ini menjadi bahan renungan agar hidup yang hanya sekali ini kita bisa merobah diri dan mempersembahkan yang terbaik dan yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat nanti. Jadilah manusia yang "wajib ada". Semoga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17953307-112971522479910534?l=anawinaldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anawinaldi.blogspot.com/feeds/112971522479910534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17953307&amp;postID=112971522479910534' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112971522479910534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112971522479910534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anawinaldi.blogspot.com/2005/10/5-tipe-karyawan-di-kantor-kita.html' title='5 Tipe Karyawan di Kantor Kita'/><author><name>Wiwin Winaldi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05462216199722523446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17953307.post-112956144079166779</id><published>2005-10-17T22:02:00.000+07:00</published><updated>2005-10-17T22:07:18.603+07:00</updated><title type='text'>Tutorial Yahoo - MEMANFAATKAN SEARCH ENGINE UNTUK PROMOSI WEBSITE SECARA ONLINE</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Promosi website manjadi begitu penting, karena mendatangkan pengunjung sama susahnya (bahkan lebih susah) daripada membuat website itu sendiri. Jika Anda baru saja berhasil membangun sebuah website, itu hanya merupakan langkah awal dari proses web development. Karena indikator utama sukses atau tidaknya sebuah website dilihat dari banyaknya jumlah pengunjung potensial yang datang. Dalam hal ini, meskipun Anda memiliki website dengan desain yang mewah dan teknologi scripting yang canggih, belumlah bisa dikatakan sukses jika memiliki jumlah visitor yang kecil.&lt;br /&gt;Banyak pengusaha-pengusaha yang merasa kecewa karena telah menghabiskan banyak biaya untuk membuat website perusahaan, tetapi tidak mendatangkan hasil seperti yang diharapkan. Penjualan produk dan jasa perusahaan tidak bisa meningkat seperti yang diharapkan. Semua ini terjadi karena mereka kurang memperhatikan sisi promosi website, yang sebenarnya merupakan bagian termahal dari proses web development. Dalam hal ini banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mempromosikan website. Namun tutorial ini akan memfokuskan pembahasan khusus pada pemanfaatan search engine dan direktori dengan berbagai kelebihannya.&lt;br /&gt;Search Engine vs Directory&lt;br /&gt;Sebelum melangkah lebih lanjut ada baiknya kalau Anda mengetahui apa itu search engine, bagaimana mereka bekerja, dan apa perbedaan antara search engine dan directory. Kenali dulu musuh yang akan Anda hadapi di medan perang, jika ingin selamat tentunya :)&lt;br /&gt;Search engine merupakan sebuah sistem database yang dirancang untuk meng-index alamat-alamat internet (URL, FTP, usenet, dll). Untuk melaksanakan tugasnya ini, search engine memiliki program khusus yang biasanya disebut spider, bot, atau crawler. Pada saat Anda mendaftarkan sebuah alamat web (URL), spider dari search engine akan menerima dan menganalisa URL tersebut. Dengan proses dan prosedur yang serba otomatis, spider ini akan memutuskan apakah web yang anda daftarkan layak diterima atau tidak. Jika layak, spider akan menambahkan alamat URL tersebut ke sistem database mereka. Rangking-pun segera ditetapkan dengan algoritma dan caranya masing-masing. Jika tidak layak, terpaksa Anda harus bersabar dan mengulangi pendaftaran dengan periode tertentu. Jadi semua yang namanya search engine, pasti memiliki program yang disebut Spider. Dan program inilah yang sebenarnya menentukan apakah web site Anda bisa diterima atau tidak. Contoh beberapa search engine terkenal adalah : Altavista, Google, Lycos, Northern Light, Hotbot, dan masih bayak lagi.&lt;br /&gt;Berbeda dengan directory yang meng-index halaman web secara manual. Manual yang dimaksud adalah mereka menggunakan orang biasa untuk menganalisa setiap halaman web yang masuk. Tidak menggunakan spider atau crawler seperti halnya search engine. Keunggulan directory dibanding search engine adalah memberikan hasil pencarian yang lebih relevan dengan kualitas yang relatif lebih baik. Tapi karena semua proses dilakukan secara manual menggunakan editor manusia, jumlah database yang dimiliki biasanya jauh lebih kecil dibandingkan dengan search engine. Itulah sebabnya sekarang ini banyak perusahaan yang mengelola directory menerapkan sistem ganda, yaitu menggunakan directory + search engine. Contoh nyata adalah Yahoo yang menggandeng Google sebagai search engine default-nya. Contoh beberapa directory terkenal selain Yahoo adalah Open Directory Project, Looksmart, dan NBCi.&lt;br /&gt;Ok, sekarang Anda sudah mengenal sekilas perbedaan antara search engine dan direktori. Tutorial bagian selanjutnya akan menjelaskan bagaimana mengoptimalkan halaman web Anda (dari segi HTML), sebelum didaftarkan ke search engine. Akan sangat baik kalau Anda sebelumnya sudah mengerti atau pernah belajar bahasa HTML, karena yang akan dibahas pada tutorial ini banyak berhubungan dengan teknis penulisan HTML. Bagi yang sama sekali belum pernah mempelajari HTML, saya sarankan untuk membaca tutorialnya terlebih dahulu. Tidak perlu secara detail, cukup dasar-dasarnya saja. Tutorial HTML yang lumayan lengkap dapat Anda temukan di HTMLCodeTutorial.com atau di Davesite.com.&lt;br /&gt;Search Engine Rangking&lt;br /&gt;Memiliki halaman web yang enak dipandang mata, belum tentu memberikan hasil yang baik pada search engine. Bagian pertama dari tutorial ini menjelaskan bagaimana cara mengoptimalkan halaman web dengan tag-tag HTML khusus, dan hal-hal apa saja yang mempengaruhi rangking pada Search Engine.&lt;br /&gt;Setiap search engine memiliki cara dan algoritma masing-masing untuk menentukan rangking sebuah website. Tetapi beberapa poin dibawah ini sudah umum dipakai tolak ukur oleh sebagian besar search engine, dan pastikan kalau web site Anda memakainya.&lt;br /&gt;Keyword pada domain name, jika Anda memiliki website yang berisi koleksi lagu-lagu mp3 misalnya, akan sangat baik kalau Anda menggunakan domain www.mp3.com. Ini adalah cara kuno, tetapi sampai saat ini masih tetap dipakai oleh search engine.&lt;br /&gt;Keyword pada nama file, misalnya Anda memiliki halaman web yang berisi informasi mengenai hotel di bali, sebaiknya disimpan dengan nama bali-hotels.html, ini juga akan mempengaruhi rangking.&lt;br /&gt;Keyword pada page title, tag sangat berpengaruh pada rangking search engine. Rancanglah sebuah title yang menarik untuk dibaca dan jaga agar ukurannya tidak melebihi 70 karakter.&lt;br /&gt;Usahakan agar halaman web Anda memakai page headline (H1-6), dan gunakan keyword utama sebagai &lt;h1&gt;healine&lt;/h1&gt;.&lt;br /&gt;Hindari pemakaian font yang terlalu kecil &lt;span style="font-size:78%;"&gt;dan susah dibaca.&lt;br /&gt;Jika Anda memasang image ingatlah agar selalu melengkapinya dengan atribut alt. Beberapa search engine menggunakan alt tag sebagai pedoman relevansi hasil pencarian. &lt;img alt="tambahkan beberapa keyword utama disini" src="gambar.jpg" /&gt;. Meskipun tidak banyak, beberapa search engine juga membaca comment tag. Isilah comment tag Anda dengan beberapa keyword yang relevan.&lt;br /&gt;Beberapa search engine utama seperti Altavista dan Google memberikan poin lebih banyak untuk paragraf-paragraf yang letaknya di awal. Jadi seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, usahakan memakai keyword-keyword andalan Anda di awal halaman.&lt;br /&gt;Doorway Page&lt;br /&gt;Memang agak susah untuk mengoptimalkan halaman web sesuai dengan ketujuh tips yang diberikan sebelumnya. Terutama dari segi content. Apalagi jika Anda membuat web untuk sebuah perusahaan. Semua content (kalimat/paragraf) sudah diberikan apa adanya. Anda tidak mungkin merubahnya dengan begitu saja. Begitu juga untuk web-web semacam portal yang isi beragam. Walaupun halam index-nya sudah Anda bolak-balik, tetap saja susah mendapat posisi bagus untuk keyword tertentu. Jika menghadapi situasi seperti ini, saatnya Anda menggunakan doorway page.&lt;br /&gt;Doorway page adalah sebuah halaman web yang dibuat untuk menonjolkan satu sampai dua keyword saja. Satu atau dua keyword tersebut akan menjadi inti pembicaraan dari sebuah halaman, sehingga search engine akan menganggap isi halaman tersebut lebih relevan. Dari doorway page ini, bisa dipasang link yang mengarah ke halaman index yang sebenarnya. Sebut saja Anda memiliki website www.promosi-web.com, tetapi halaman indexnya sudah tidak bisa dioptimalkan lagi. Untuk itu Anda harus membuat sebuah doorway page bernama promosi.html, karena "promosi" adalah keyword yang Anda harapkan. Halaman mana yang harus Anda submit ke search engine ? Tentu saja http://www.promosi-web.com/promosi.html. Tapi sekali lagi saya ingatkan, pakailah doorway page hanya jika terpaksa. Alangkah baiknya kalau Anda bisa mengoptimalkan halaman index yang asli.&lt;br /&gt;Jika Anda sudah memutuskan untuk membuat doorway page, perhatikanlah langkah-langkah berikut ini.&lt;br /&gt;Putuskan untuk keyword apa doorway page tersebut akan dibuat. Pilih satu sampai tiga kata yang Anda anggap paling potensial dan berhubungan dengan web Anda. Optimalkan title, meta description, dan meta keyword-nya, sesuai dengan keyword utama yang Anda pilih.&lt;br /&gt;Mulailah membuat content yang panjangnya minimal 3 paragraf. Jangan membuat halaman yang terlalu pendek, karena beberapa search engine seperti Altavista dan Northern Light akan memprioritaskan halaman yang kaya akan content. Usahakan agar keyword-keyword yang Anda pilih dipakai pada setiap paragraf.&lt;br /&gt;Jika menggunakan gambar, jagalah agar ukurannya tidak terlalu besar dan isi bagian alt-nya dengan keyword yang Anda pilih.&lt;br /&gt;Simpan halaman web Anda dengan nama yang sebenarnya, contoh : promosi.html, jangan disimpan dengan nama index1.htm atau index2.html.&lt;br /&gt;Sekarang semuanya sudah siap. Anda sudah bisa mulai mendaftarkan website Anda ke berbagai search engine utama. Tapi sebelumnya baca dulu bagian selanjutnya dari tutorial ini yang akan memberikan sedikit tips agar pendaftaran Anda berhasil dengan baik.&lt;br /&gt;Submit ke Search Engine&lt;br /&gt;Sekarang tibalah saatnya mendaftarkan website Anda ke search engine. Bacalah baik-baik tips pada halaman ini agar pendaftaran berhasil dengan baik.&lt;br /&gt;Setiap search engine mempunyai aturan tersendiri dalam menerima website. Saya sarankan agar Anda membaca dengan seksama aturan yang mereka berikan. Jangan pernah berani melanggar, karena hanya akan membuang-buang waktu Anda. Lihat juga berapa jumlah maksimal halaman web yang bisa Anda daftarkan sekaligus dalam sekali waktu. Search engine yang memiliki kemampuan deep crawler seperti Google, akan mampu menelusuri setiap link yang ada pada sebuah halaman web. Jadi Anda tidak perlu men-submit setiap halaman satu persatu, cukup indexnya saja.&lt;br /&gt;Saat ini ada lebih dari 1000 search engine yang bertebaran di internet. Tapi dari sekian banyak tersebut hanya beberapa saja yang memiliki database besar dan lengkap. Sebut saja 3 pemain utama, Google, Inktomi, dan AllTheWeb. Tiga search engine ini memiliki database yang sangat besar dan banyak dipakai sebagai secondary result pada search engine lainnya. Misalnya database Google dipakai oleh Yahoo, Inktomi membackup MSN dan AOL search, dan AllTheWeb dipakai Lycos.&lt;br /&gt;Saat ini banyak situs yang menawarkan jasa submit ke search engine secara otomatis. Sekali mengisi form, web site Anda bisa didaftarkan ke 30 search engine sekaligus (bahkan lebih). Cara ini memang sangat menghemat waktu, tapi tidak bisa terjamin keberhasilannya. Sekarang ini banyak search engine yang menonak pendaftaran secara otomatis melalui program submitter. Contohnya adalah altavista. Anda diwajibkan untuk memasukkan kode pendaftaran dengan benar sebelum bisa men-submit halaman web ke database Altavista. Kode tersebut dihasilkan secara otomatis dalam bentuk image acak, sehingga benar-benar perlu ketelitian untuk membacanya. Meskipun banyak menghabiskan waktu, tetapi submit secara manual masih jauh lebih aman. Atau sebagai alternatif, carilah program submitter yang bisa menampilkan submission result secara langsung, tidak hanya mengeluarkan output berhasil atau gagal, namun tanpa bukti. Saat ini Promosi-web.com sudah menyediakan submitter semi otomatis yang bisa mendaftarkan website Anda ke beberapa search engine secara cepat. Submission result bisa dilihat secara langsung, sehingga Anda tidak perlu ragu tentang keberhasilannya.&lt;br /&gt;Keadaan koneksi internet juga harus diperhatikan. Jangan men-submit pada saat koneksi internet lambat. Persentase kegagalan bisa lebih besar. Submitlah website Anda diluar jam-jam sibuk, yang bisa menjamin koneksi secara lancar.&lt;br /&gt;Sekarang website Anda sudah didaftarkan ke berbagai search engine utama. Apakah semuanya sudah selesai...? Tentu saja belum. Anda harus mendaftarkannya lagi ke Yahoo, Open Directory Project, dan beberapa directory besar lainnya. Jika sebelumnya Anda berhadapan dengan search engine spider, sekarang Anda berhadapan dengan editor manusia. Kalau ingin terdaftar, ikuti aturan mereka dan berikan yang terbaik yang bisa disajikan website Anda. Bagian selanjutnya akan membahas mengenai beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum mendaftarkan website ke berbagai directory utama.&lt;br /&gt;Submit ke Directory&lt;br /&gt;Yahoo! dan Open Directory Project adalah dua direktori terbesar yang sangat potensial untuk menaikkan traffic website Anda. Ingatlah bahwa direktori menggunakan editor manusia untuk menerima website. Bagian ini akan menjelaskan apa saja yang perlu diperhatikan sebelum mendaftarkan website ke beberapa directory utama.&lt;br /&gt;Anda sekarang mungkin sudah mempunyai doorway page yang sempurna dengan meta tag yang terbaik di dunia. Tetapi berhati-hatilah, karena yang Anda hadapi bukanlah sebuah spider, tetapi seorang editor manusia seperti Anda. Semua taktik dan strategi jitu untuk search engine tidak akan berlaku disini. Apa yang bisa Anda lakukan...? Bacalah tips-tips dibawah ini dan bandingkan dengan keadaan website Anda yang sekarang.&lt;br /&gt;Usahakan agar website Anda mempunyai domain name sendiri. Sebagian besar website yang diterima di Yahoo! memakai top level domain, dan hanya sebagian kecil saja yang memakai sub domain yang dapat diterima (kecuali website Anda memiliki content yang unik).&lt;br /&gt;Nama domain sebaiknya mencerminkan isi dari website Anda.&lt;br /&gt;Pastikan tidak ada broken link, gambar yang tak bisa tampil, atau javascript error pada halaman web Anda. Jangan mensubmit website yang belum 100% siap.&lt;br /&gt;Setiap direktori memiliki aturannya masing-masing. Bacalah aturan tersebut sebelumnya agar website Anda terhindar dari diskualifikasi.&lt;br /&gt;Daftarkan website Anda pada kategori yang tepat dan paling spesifik. Lihat juga berapa website yang sudah terdaftar pada kategori tersebut. Usahakanlah mencari category dengan jumlah pesaing yang paling sedikit.&lt;br /&gt;Daftarkan hanya halaman utama saja. Jika Anda mendaftarkan halaman-halaman lain yang merupakan sub dari halaman utama kemungkinan besar akan ditolak. Kecuali halaman tersebut benar-benar memiliki content yang langka.&lt;br /&gt;Perhatikan berapa lama Anda bisa men-submit ulang website Anda (misalnya 2 bulan). Jika belum terdaftar, lakukan submit ulang dalam jangka waktu tersebut.&lt;br /&gt;Disini kesabaran Anda benar-benar diuji. Yahoo setiap harinya menerima pendaftaran lebih dari 10 juta situs. Sedangkan yang bisa ditangani oleh editornya sekitar 5 sampai 10 persennya saja. Jadi bersabarlah untuk melakukan submit ulang dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Kalau ingin cepat, Anda bisa memakai fasilitas submission express. Dijamin website Anda akan direview dalam waktu 2-7 hari. Tetapi Yahoo mengenakan biaya $US 299 per tahun, untuk fasilitas ini. Ini hanya jaminan agar website Anda di-review lebih cepat, bukan jaminan untuk diterima. Saat ini Yahoo melakukan review untuk sebuah website bisnis setahun sekali, dan untuk sekali review dikenakan biaya $US 299. Memang bukan jumlah yang sedikit, apalagi untuk perusahaan-perusahaan berskala kecil.Perlu diingat disini bahwa tujuan Yahoo menerima website Anda bukan untuk membantu mengingkatkan visitor website Anda, melainkan untuk melengkapi koleksi link pada direktori yang mereka miliki. Jadi peluang Anda untuk terdaftar akan lebih besar, jika Anda bisa memberikan website dengan isi yang unik dan belum ada/sedikit jumlahnya pada direktori mereka. Adalah suatu anugrah yang sangat indah apabila website Anda bisa diterima di Yahoo secara gratis untuk saat ini. Bukan apa-apa, karena hal itu menjadi sangat sulit sejak Yahoo mengubah kebijakannya di akhir tahun 2001. Apalagi website Anda tergolong website bisnis, hanya submission express yang bisa menyelamatkan Anda.&lt;br /&gt;Saat ini Yahoo! masih merupakan directory yang paling ramai (mengusai 25,4% dari seluruh pengguna internet) ditambah dengan Google sebagai search engine default-nya (menguasai 5% dan terus meningkat). Tetapi ada hal yang menarik. AOL, Altavista, Netscape, dan Lycos, jika digabung mengusai 40,5% dari pengguna search engine di seluruh dunia. Keempat search engine ini memakai database dari Open Directory Project (ODP). Jadi akan sangat menguntungkan jika website Anda juga terdaftar di ODP (http://dmoz.org/). Direktori lainnya yang juga harus diperhatikan adalah Looksmart. Database Looksmart dipakai sebagai main result di MSN, Altavista, Excite, dan iWon. Tetapi Anda harus mengeluarkan uang sebesar $US 149 untuk bisa terdaftar di LookSmart Network.&lt;br /&gt;Tentang Link Popularity&lt;br /&gt;Setelah men-submit website Anda ke berbagai search engine dan directory utama, apa yang akan Anda lakukan ? Apakah semuanya sudah cukup dan Anda tinggal menunggu hasil ? Tentu saja tidak. Sambil menunggu hasil pendaftaran yang berkisar antara 2 minggu hingga 3 bulan, Anda bisa meningkatkan link popularity dari website Anda. Link popularity adalah banyaknya website lain yang memasang link mengarah ke website Anda. Semakin besar link popularity, maka rangking website Anda di search engine akan semakin tinggi.&lt;br /&gt;Google adalah salah satu search engine yang sangat memperhatikan link popularity. Bahkan faktor ini bisa menjadi yang paling penting. Menurut analisa Google, semakin banyak suatu website di-link, tentu content-nya semakin baik juga. Dan yang lebih istimewa lagi, Google bisa menganalisa darimana datangnya link tersebut. Link dari Yahoo ataupun Open Directory akan lebih berarti daripada link dari website lain. Jadi bukan hanya sekedar jumlah link yang diperhitungkan, melainkan juga kualitasnya. Oleh Google, teknologi ini disebut sebagai PageRank, yaitu suatu teknologi yang bisa memperhitungkan seberapa baik kualitas dari sebuah halaman web.&lt;br /&gt;Seorang teman pernah bertanya kepada saya. Mengapa website saya yang desainya sudah dioptimalkan untuk search engine, rangking-nya tetap berada dibawah website pesaing saya yang desainnya biasa-biasa saja ? Jika Anda juga punya pertanyaan seperti ini jawabannya adalah karena perbedaan link popularity. Saya sendiri pernah menjumpai sebuah website yang desainnya hanya dipenuhi gambar-gambar dan flash, tetapi bisa menduduki posisi 10 besar di Google. Setelah diselidiki ternyata halaman ini banyak di-link oleh website lain yang juga memiliki link popularity tinggi.&lt;br /&gt;Bagaimana caranya mengetahui besarnya link popularity sebuah website ? Mudah saja, untuk google Anda tinggal memasukkan sintak "link:www.namadomain.com" pada kotak search. Misalnya jika Anda ingin mengetahui link popularity dari Promosi-web.com, Anda tinggal memasukkan "link:www.promosi-web.com". Setelah itu Google akan menampilkan seluruh website yang memasang link ke Promosi-web.com, sama seperti hasil pencarian biasa. Tetapi ada cara yang jauh lebih mudah, yaitu dengan menggunakan tools link popularity checker. Tools ini banyak tersedia di internet, dan salah satu yang paling saya suka adalah Link Popularity Checker dari MarketLeap. Disini Anda bisa mencari jumlah link popularity website Anda, sekaligus membandingkannya dengan website pesaing. Bukan hanya google, tetapi result dari berbagai search engine utama.&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan link popularity Anda bisa mengadakan barter link dengan website lain isinya berkaitan dengan website Anda. Dalam hal ini janganlah merasa gengsi untuk bertukar link. Anda bisa menghubungi webmaster dari website yang akan diajak barter link. Tawarkan kepadanya apa manfaat dari barter link, dan katakan juga bahwa content dari website Anda berhubungan dengan website yang dia miliki. Cara lainnya adalah rajin-rajinlah mengisi guestbook. Pada guestbook tersebut, Anda bisa menambahkan URL website Anda yang tentunya juga akan menambah link popularity. Tapi ingat, jangan pernah melakukan spamming.&lt;br /&gt;Fasilitas Gratis untuk Promosi Web Site&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.promosi-web.com/hot/" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Berita dan Isu Seputar Search Engine&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;. Bagian ini memuat berbagai berita dan isu-isu terbaru di dunia search engine. Beberapa pertanyaan yang paling sering dilontarkan pengunjung Promosi-web.com juga akan dibahas pada bagian ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.promosi-web.com/links/" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Barter link&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;. Jika Anda sudah membaca bagian link popularity, pastilah sudah mengerti apa manfaat dari barter link. Selain untuk untuk meningkatkan jumlah pengunjung, juga untuk menambah link popularity dari website Anda di berbagai search engine utama. Jika Anda memiliki/mengelola website apa saja, baik itu personal web, bisnis, maupun website organisasi, saya mengundang Anda untuk melakukan barter link dengan Promosi-web.com.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.promosi-web.com/submit/" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Pendaftaran gratis ke 5 search engine sekaligus&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;. Alat ini akan membantu Anda untuk melakukan pendaftaran ke 5 search engine secara cepat. Dengan sekali mengisi form, data website Anda bisa digunakan untuk melakukan pendaftaran ke AllTheWeb, Google, Hotbot UK, 2kCity, dan WhatYouSeek Network. Sebelum menggunakan submitter ini saya sarankan agar Anda membaca halaman tips untuk pendaftaran ke search engine, supaya hasilnya bisa lebih optimal. &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.promosi-web.com/ip_detector/" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;IP Detector&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;. IP (Internet Protocol) bisa diibaratkan sebagai kode unik yang dimiliki setiap server/komputer yang terhubung ke Internet. Kode ini berupa sederetan angka dengan format tertentu, misalnya 202.154.2.25. Setiap server memiliki nomer IP yang berbeda-beda. Sama halnya dengan setiap penduduk Indonesia yang memiliki KTP dengan nomer berbeda-beda. Saat ini hampir semua script server side (seperti PHP, Perl, ASP), bisa digunakan untuk mendeteksi IP dari pengunjung. Namun IP tersebut hanyalah berupa sederetan angka, bagaimana kita bisa mendapatkan informasi dari angka-angka ini ? Tools IP detector ini akan membantu Anda untuk mendapatkan informasi kode dan nama negara dari sebuah IP. Anda tinggal memasukkan nomer IP dengan format yang benar, kemudian code dan nama negara akan ditampilkan sebagai outputnya. Tools ini sangat membantu apabila Anda ingin mengetahui dari negara mana pengunjung website Anda berasal, sedangkan website Anda hanya bisa mendeteksi nomer IP-nya saja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17953307-112956144079166779?l=anawinaldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anawinaldi.blogspot.com/feeds/112956144079166779/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17953307&amp;postID=112956144079166779' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112956144079166779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112956144079166779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anawinaldi.blogspot.com/2005/10/tutorial-yahoo-memanfaatkan-search.html' title='Tutorial Yahoo - MEMANFAATKAN SEARCH ENGINE UNTUK PROMOSI WEBSITE SECARA ONLINE'/><author><name>Wiwin Winaldi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05462216199722523446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17953307.post-112955990775161546</id><published>2005-10-17T21:37:00.000+07:00</published><updated>2005-10-17T21:38:27.756+07:00</updated><title type='text'>Tutorial MapInfo - Pemenuhan &amp; Peningkatan Sumber Daya Manusia sebagai Pemakai SIG</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia sebagai pusat dari pemikir, pemakai dan pelaksana SIG sangatlah mennetukan sukses tidaknya suatu program SIG. Sebagai satu dari tiga komponen yang menentukan yaitu : Data, System dan Sumber Daya Manusia perlu dilakukan peningkatan kemampuan / kualitas sumber daya manusia yang akan menganalisa atau memakai produk SIG agar sasaran tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut di atas sangat penting karena tanpa pengetahuan yang baik dan atas dasar apa dan bagaimana memperlakukan SIG tersebut, maka akan sangatlah minimum sasaran yang dapat dicapai pada program SIG itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini manusia sabagai pelaku dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu sebagai pelaksana pengembangan proyek SIG dan sebagai pemakai produk SIG itu sendiri. Dalam hal ini akan ditekankan pada bagaimana komposisi dari satu team pembuat program pengembangan SIG dan fungsi-fungsi apa saja yang berhubungan dengan apa yang perlu dilakukan untuk peningkatan kualitas SDM bagi keberhasilan pengembangan SIG tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen SIG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak komponen dan faktor yang saling terkait guna dapat mengembangkan suatu program pengembangan SIG. Komponen-komponen tertentu yang perlu diperhatikan agar pengembangan SIG tersebut dapat seutuhnya terlaksana adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Pengumpulan data dan pemasukan data&lt;br /&gt;·        Pembentukan basis data&lt;br /&gt;·        Pelaksanaan Analisa dan evaluasi&lt;br /&gt;·        Penerapan Aplikasi dan Produk keluaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tiap-tiap komponen tersebut diatas, diperlukan manusia dengan kwlifikasi serta kemampuan yang mendalam agar pengaturan dan pelaksanaan kegiatan masing-masing komponen tersebut dapat berjalan dengan baik agar pengembangan SIG tidak terhenti di tengah jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu saja dari keempat komponen di atas dibuang, maka akan terjadi ketidakutuhan pelaksanaan pengembangan program SIG tersebut. Untuk lebih mengetahui lebih mendalam apa saja yang terkandung dalam ke empat komponen tersebut diatas, dibawah ini penjabaran masing-masing komponen di berikan.&lt;br /&gt;Pengumpulan Data dan Pemasukan Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sebelum data dikumpulkan atau dimasukkan dengan cara digitasi ke dalam basis data, perlu ditentukan suatu wadah atau dasar dari data spasial yang diletakkan tersebut kesuatu system peta dasar yang baku dan dapat dipercaya serta seragam. Jadi langkah pertamanya adalah menentukan peta dasar yang akan digunakan sebagai acuan semua data spasial lainnya yang dimasukkan nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah peta dasar ditentukan, selanjutnya pemasukan data dengan digitasi dan tabulasi dalam bentuk basis data yang terkait  dapat dilanjutkan. Ini penting karena dengan tidak seragamnya peta dasar yang digunakan sebagai dasar tempat meletakkan data spasialnya, ketidak tepatan ataupun problem yang lebih besar akan timbul pada saat pelaksanaan analisa dan evaluasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basis Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Pembuatan basis data sangat tergantung sekali terhadap jenis SIG yang akan dibuat. Apakah basis data yang bersifat umum sehingga dapat di gunakan oleh beberpaa pemakai atau hanya basis data lokal. Bagaimana bentuk / struktur data yang akan dibuat serta bagaimana macam serta jumlah layer-layernya ditentukan dan atribut-atribut yang menyertainya akan sangat tergantung pada besar kecilnya proyek SIG tersebut. Disini kemampuan dari pelaksana atau manusianya sangat menentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa dan Evakuasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Setelah peta dasar ditentukan dan jenis basis data telah dipilih, maka selanjutnya layer-layer yang terkait di pilih dan digunakan untuk bahan analisa dan evaluasi untuk mendapatkan kesimpulan yang selanjutnya digunakan sebagai acuan untuk pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi dan Keluaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Dengan terbentuknya basis data beserta komponen-komponen analisa yang diambil dari layer-layer yang telah dibentuk, maka aplikasi dan keluaran yang diinginkan dapat disesuaikan dengan konsep basis data pertama dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Dari semua komponen-komponen yang telah disebutkan diatas , maka masing-masing memerlukan manusia yang memikirkan, menangani, melaksanakannya. Perlu kualifikasi yang baik dan tepat agar pelaksanaan proyek pengembangan SIG tersebut terlaksana dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Selanjutnya dibawah ini diuraikan posisi serta SDM apa saja yang diperlukan agar pelaksanaan SIG  dapat berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi SDM serta Kwalifikasinya&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;Dalam melaksanakan program SIG perlu klasifikasi dan kwalifikasi dari manusia sebagai penanggungjawab pemegang komponen-komponen yang disebutkan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa fungsi dan keahlian perlu ditentukan terlebih dahulu agar pelaksanaan pengembangan suatu program SIG dapat terselenggara dengan baik. Adapun komponen-komponen tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Manajer SIG&lt;br /&gt;·        Sistem Adminitrasi SIG&lt;br /&gt;·        Manajer Basis Data&lt;br /&gt;·        Program Analis&lt;br /&gt;·        Pembuat Program :&lt;br /&gt;o       Aplikasi Programmer&lt;br /&gt;o       Sistem Programmer&lt;br /&gt;·        Kartografer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari komponen-komponen tersebut di atas, memang dapat disederhanakan sesuai dengan besar / skala dari proyek SIG itu sendiri. Pembagian ini adalah sangat fleksibel tergantung dari kesediaan tenaga yang ada. Kadang-kadang satu orang dapat mengambil alih beberapa komponen dan melaksanakan dengan baik pekerjaan-pekerjaan yang dibebankannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajer SG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Disini jelas bahwa besar kecilnya proyek SIG akan sangat mempengaruhi jumlah dari manajer SIG (yang umumnya di delegasikan atas : Koordinator Program, Pimpro dan Manajer Aplikasi). Seorang manajer harus mengetahui secara umum bagaimana sebenarnya pekerjaan SIG tersebut, dalam banyak hal harus dapat mengatur pelaksanaan program SIG yang sedang ditanganinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Administrator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Disini seorang sistem administrator haruslah ahli dalam pengetahuan hardware, software, sistem komunikasi serta konfigurasinya. Hal ini sangat penting serta sangat diperlukan dalam tugas melaksanakan program pengembangan SIG. Manusia disini juga harus mengerti bagaimana proses SIG tersebut dari awal sampai akhir, sehingga jika terjadi kemaceta sistem dapat dengan cepat ditelusuri ataupun diatasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajer Basis Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Manusia yang menangani, fungsi ini harus yang mengerti dan bertanggung jawab atas data spasial (ruang) dan data tabulasi. Mengerti kepustakaan data secara baik dengan bantuan komputer. Mengetahui bagaimana memelihara basis data serta data-data lainnya dan juga mengerti proses SIG itu sendiri. Diperlukan pengetahuan dan usaha agar data yang dikelolanya selalu baru atau up to date.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analis SIG&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;     Bagi Analis, memberikan saran yang benar atas sistem serta prosedur aplikasi dari sistem sangat diharapkan. Pengetahuan mengenai Computer Operating System, perangkat lunak SIG itu sendiri, konsep dan desain dasarnya dan aplikasinya sangat perlu guna menangani fungsi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Programmer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Programmer adalah bagian yang sangat penting guna dapat mengembangkan aplikasi-aplikasi program yang sesuai dengan kebutuhan dan sangat berperan dalam kelancaran penangan pengembangan sistem serta kelancaran aplikasinya. Dalam hal memerlukan kedetailan fungsi serta keahlian, maka programmer dapat dibagi menjadi kelompok aplikasi programmer dan sistem programmer. Mendalami bahasa-bahasa komputer adalah suatu keharusan, seperti pengetahuan mengenai bahas-bahasa komputer anatar lain, Fortran, C, Pascal, SQL maupun aplikasi dengan bahasa macro. Manusia disini adalah merupakan ‘State of the art’ dari program pengembangan suatu bangun SIG.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartografer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Dengan dasar pengetahuan pengambaran peta dan pemetaan umumnya keperluan fungsi ini adalah melaksanakan : pemasukan data (penggambaran manuskrip, digitasi, dsb.) dan penata letakan peta-peta keluaran untuk konsumsi pemakai sehingga segi ‘seni’ dan ‘kejelasan’ isi peta dapat dipertanggung jawabkan. Masalah konversi proyeksi serta perubahan zone ke zone adalah juga tanggung jawab kartografer. Hal ini perlu bila suatu proyek SIG yang mencakup areal yang sangat luas yang terbentang melebihi satu zone UTM. Jika hal ini kurang diperhatikan, maka dalam hal analisa dari overlay layer-layer akan mengalami kesalahan yang sangat mengganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan fungsi-fungsi keahlian tersebut di atas sebenarnya ada satu lagi yang perlu diperhatikan, yaitu : Pengontrol Kwalitas. Dalam rangka menjamin keberhasilan basis data serta keluaran produk-produk SIG, jaminan kwalitas produksi yang konsisten adalah sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu perlu dibentuk suatu kelompok yang bertanggung jwab atas bidang ini. Standarisasi dan spesifikasi adalah syarat yang perlu ditentukan agar hasil yang dibuat tetap konsisten kwalitasnya. Dalam mengontrol kwalitas di sini, tidak saja pad asaat pembuatan basis datanya, tapi juga waktu proses sampai dengan produk akhir harus selalu dipertahnkan. Jadi jelas fungsi ini sangat penting dan memerlukan konsentrasi yang penuh agar hasil yang dibuat tidak mengecewakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Daya Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari komponen-komponen, kwalifikasi serta urutan pelaksanaan sampai keahlian yang diperlukan untuk membangun suatu ‘team’ SIG, maka kembali ketiga pokok tersebut terdahulu yaitu : Data, Sistem serta Manusia masih tetap sangat penting dan saling terkait. Manusia sebagai sumber penggerak harus mempunyai klasifikasi dari kwalifikasi kemampuan yang menunjang seperti apa yang telah disebutkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan kwalitas SDM yang ada, pendalaman masing-masing fungsi dari setiap langkah dari program pelaksanaan SIG sangatlah perlu. Agar pemenuhan kwalitas SDM tercapai, perlunya keikut srtaan para pelaku dalam proyek-proyek SIG yang ada, karena dengan keikut sertaannya dalam proyek SIG penambahan pengalaman akan didapat dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga perlu diketahui pembentukan suatu program pelaksanaan pembuatan proyek SIG sangatlah kompleks karena memerlukan kemampuan untuk menggabung data keruangan dan data atribut yang dijabarkan dalam layer-layer dan sistem basis data. Jika belum ada proyek SIG, pendalaman literatur dapat membantu meningkatkan kwalitas serta SDM yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian yang singkat diatas, pemenuhan SDM dan kwalitas dari SDM itu sendiri dalam rangka pengembangan program SIG dapat dicapai dengan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Pendalaman dari masing-masing fungsi dari rangkain program pengembangan proyek SIG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Penambahan pengalaman dengan ikut serta dalam proyek pengembangan SIG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Pendalaman materi dengan jalan mencari dalam literatur yang berhubungan.&lt;br /&gt; Pendidikan baik formal maupun tidak formal, baik di dalam maupun diluar negeri untuk pengembangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17953307-112955990775161546?l=anawinaldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anawinaldi.blogspot.com/feeds/112955990775161546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17953307&amp;postID=112955990775161546' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112955990775161546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112955990775161546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anawinaldi.blogspot.com/2005/10/tutorial-mapinfo-pemenuhan-peningkatan.html' title='Tutorial MapInfo - Pemenuhan &amp; Peningkatan Sumber Daya Manusia sebagai Pemakai SIG'/><author><name>Wiwin Winaldi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05462216199722523446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17953307.post-112955984717061034</id><published>2005-10-17T21:36:00.000+07:00</published><updated>2005-10-17T21:37:27.173+07:00</updated><title type='text'>Tutorial MapInfo - Aplikasi Sistem Informasi Geografi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan yang umum terjadi pada pemerintahan daerah di Indonesia adalah tidak sesuainya perkembangan infrastruktur perkotaan terhadap pertambahan jumlah penduduk yang begitu cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan laju pertambahan penduduk yang sangat pesat tentunya dibutuhkan juga lahan yang cukup untuk temapt tinggal, fasilitas, utilitas serta pelayanan yang baik terhadap masyarakat. Guna merencanakan fasilitas umum ini sangat dibutuhkan manaemen administrasi yang teratur terutama menyangkut penggunaan lahan dan pengembangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi sistem dalam perkotaan memberikan pengelolaaan data secara sistematis yang menyangkut updating, processing dan distribusi dari data geografis dan atribut. Dengan menerapkan sistem informasi geografis diharapkan dapat memperbaki  sistem manajemen administrasi, pelayanan terhadap masyarakat luas, mempermudah dalam pengambilan keputusan serta untuk perencanaan kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dengan adanya sistem ini, data geografis dapat dikelola dengan baik, mengurangi terjadinya data redundan, sehingga dapat lebih mudah untuk menganalisa dan mendapat informasi yang sangat penting bagi para pengambil keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama dari aplikasi sistem informasi geografis untuk perkotaan diantaranya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Pengelolaan data geografis dengan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Mengurangi adanya data yang tidak perlu (redundant data)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Membangun dan menerapkan data geografis yang standar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Memperbaiki pengaksesan informasi untuk penggunaan sehari-hari ataupun bagi para pengambil keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Memperbaiki manajemen perkotaan seperti infrastruktur, perpajakan, perencanaan kota, pertanahan dan perijinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini akan mendukung tujuan pemerintah daerah dalam pembangunan kota untuk pembangunan jangka panjang perkotaan dan perbaikan infrastruktur serta memperbaiki sistem pelayanan masyarakat. Selain itu dengan adanya sistem informasi geografis ini koordinasi dan kerjasama antar instansi dapat berjalan lebih baik, karena tanpa koordinasi dari instansi terkait pekerjaan ini akan sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Data dan Organisasi / Administrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena sistem informsi geografis ini diterapkan di perkotaan maka badan-badan yang terlibat sistem ini adalah seluruh aparat pemerintah daerah diantaranya : Dinas pemetaan, Dinas Tata Kota, Dinas Pengawasan Pembangunan Kota, Badan Pertahanan, Bappeda, Dinas Pendapatan Daerah dan semua dinas yang terlibat dalam pembangunan kota .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal terpenting dalam aplikasi SIG adalah sistem pengelolaan data atau basis data. Basis Data dalam SIG didasarkan pada model basi data yang terpadu untuk pemerintah daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONSEP  BASIS  DATA  TERPADU&lt;br /&gt;UNTUK  PERKOTAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model basis data ini memberikan struktur yang logis pengaturan data. Struktur basis data ini mengoorganisir data secara efisien dan menghindarkan redundan data guna mendukung fungsinya dalam operasional, analisis dan fungsi manajemennya. Terdapat enam kategori data geografis yang masing-masing terdiri dari peta-peta dan data atributnya. Kategoi tersebut adalah :&lt;br /&gt;Peta dasar dan data tabularnya adalah landasan dari semua peta untuk basis data dalam SIG. Peta ini memberikan kontrol koordinat untuk seluruh basis data. Ketelitian dan resolusi dari peta ini menjadi dasar bagi ketelitian dan resolusi dari seluruh peta dalam basis data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta rencana dan data tabularnya adalah peta yang memberikan batas-batas administratif, penggunaan lahan (land use) beserta data tabularnyaseperti data-data yang menyangkut sosial ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta persil pertanahan (percel land records) dan data tabularnya adalah peta ini berisi datalokasi dari persil beserta informasinya, yang berisi data karekteristik lahan tersebut, pemilikan, aktifitas yang dibangun serta hal-hal yang menyangkut perpajakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta infrastruktur dan peta utilitas beserta tabularnya adalah peta utilitas berisi lokasi dari fasilitas-fasilitas umum seperti saluran air, PAM, saluran bawah tanah, jaringan listrik, telepon, jalan, dsb. Beserta data tabularnya yang menyangkut karakteristiknya, pola jaringan dan prosedur pemeliharannya (maintenance).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta rencana berjalan dan data tabularnya adalah peta rencana dimanaterdapat proses pembangunan seperti rencana pembuatan jalan baru, rencana pemberian izin dari suatu lokasi, pembuatan saluran baru, dsb. Beserta data atributnya yang menyangkut identifikasi proyek , karakteristik dan informasi status.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta lingkungan adalah yang termasuk juga peta geologi, tanah, hidrologi dan peta lingkungan yang dibangun manusia (man made environment).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi SIG untuk Perkotaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperbaiki sistem perpajakan (Tax mapping)&lt;br /&gt;Tax map maintenance&lt;br /&gt;Appraisal&lt;br /&gt;Assesment&lt;br /&gt;Land Value Modelling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan dan analisa wilayah (planning and zoning)&lt;br /&gt;Capital Improvements planning&lt;br /&gt;Business, Industrial and Commersial Site Studies&lt;br /&gt;Zoning and Housing Studies&lt;br /&gt;Development contraints&lt;br /&gt;Parcel History Tracking&lt;br /&gt;Demographic Studies&lt;br /&gt;Growth Management&lt;br /&gt;Code Enforcement and Inceident Analysis&lt;br /&gt;Land Capability and Suitability Analysis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbaikan pengelolaan infrastruktur (infrastructure Management) Air dan Jaringan bawah tanah (water and sever)&lt;br /&gt;Network Pressure and Flow Analysis&lt;br /&gt;Trouble Call Analysis&lt;br /&gt;Equipment Inventory&lt;br /&gt;Leak Detection and Water Loss Analysis&lt;br /&gt;Work Sketch and work order Processing&lt;br /&gt;Base map Generation and Maintanance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan (Roads)&lt;br /&gt;Basemap Generation and maintenance&lt;br /&gt;Work Order processing&lt;br /&gt;Capital Assets Inventory and Management&lt;br /&gt;Transportation Planning / Modelling&lt;br /&gt;Corridor Analysis / Road Alignment&lt;br /&gt;Traffic Flow Analysis&lt;br /&gt;Right of Way Acquidition&lt;br /&gt;Transit Analysis&lt;br /&gt;Safety Mangement&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi Pertanahan (Land Information Query)&lt;br /&gt;Public Access for Land Questions&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perijinan Pembangunan (Building Permits)&lt;br /&gt;Building and Plan Check Fee Calculation&lt;br /&gt;Inspection Routing System&lt;br /&gt;Permit Tracking&lt;br /&gt;Report reduction&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasilitas Keamanan Masyarakat (Public Safety)&lt;br /&gt;Emergency ResponseIncident Analysis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17953307-112955984717061034?l=anawinaldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anawinaldi.blogspot.com/feeds/112955984717061034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17953307&amp;postID=112955984717061034' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112955984717061034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112955984717061034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anawinaldi.blogspot.com/2005/10/tutorial-mapinfo-aplikasi-sistem.html' title='Tutorial MapInfo - Aplikasi Sistem Informasi Geografi'/><author><name>Wiwin Winaldi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05462216199722523446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17953307.post-112955976237544812</id><published>2005-10-17T21:35:00.000+07:00</published><updated>2005-10-17T21:36:02.376+07:00</updated><title type='text'>Tutorial MapInfo - Geocoding dan Redistrict</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geocoding merupakan proses penggabungan dua tabel, kedua tabel tersebut dapat digabungkan / dihubungkan karena mempunyai field yang sama dan field yang sama tersebut merupakan field berindeks. Metode yang dapat digunakan dalam geocoding adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Geocoding dengan Alamat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat dilakukan geocoding pada tabel dengan alamat jalan, MapInfo akan mencocokkan alamat pada tabel dengan nama jalan dan range alamat tersebut ke dalam Info jalan dengan menyimpan dan menentukan koordinat X dan Y. Ketika menampilkan record MapInfo akan menempatkan record pada lokasi alamat yang disimpan diletakkan disebelah jalan tersebut.          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Geocoding dengan Boundary&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada desktop mapping, istilah boundary digunakan untuk menunjukkan lebih dekat suatu area seperti negara, kota, dan kode pos. Ketika dilakukan geocode menggunakan boundary, MapInfo akan mencocokkan boundary name pada tabel dengan boundary name pada search tabel. MapInfo menentukan koordinat boundary centroid X dan Y pada record data. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Geocoding dengan menggunakan ZipInfo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ZipInfo adalah Pint File yang dimasukkan pada base MapInfo paket. ZipInfo berisi kode pos di setiap negara bagian di Amerika (metode ini untuk desain di Amerika). File ini dapat digunakan untuk geocode beberpaa basis data termasuk informasi Zip Code.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosedur Umum Geocoding&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menentukan koordinat X dan Y serta menyimpannya pada tabel, pilih Geocode dari tabel menu. Maka MapInfo akan menampilkan Geocode Dialog, yang akan memberikan informasi berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Nama tabel yang akan ditentukan koordinat X dan Y&lt;br /&gt;·        Kolom pada tabel yang berisi informasi geografi yang akan dicocokkan.&lt;br /&gt;·        Nama dari search tabel yang berisi informasi geografi yang akan dicocokkan.&lt;br /&gt;·        Kolom seach tabel yang berisi informasi geografi yang akan dicocokkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kotak dialog tersebut juga menawarkan option untuk melakukan geocoding secara otomatis dan interaktif. Jika akan dipilih geocode secara otomatis, penentuan koordinat dan pencocokkannya akan dilakukan sendiri oleh MapInfo dan mengabaikan semua record yang ada. Direkomendasikan untuk melakukan geocode secara otomatis mengingat cara yang tersebut adalah cara yang paling cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redistricting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redistricting (pembagian wilayah) adalah proses pengelompokkan objek ke dalam wilayah-wilayah terpilih. MapInfo membuat peta sementara yang dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan yang utama terletak pada District Browser dimana dapat melihat hitungan catatan wilayah on-the-fly terbaru dan tool data ketika ditekan pada objek peta dan menempatkannya pada wilayah lain. Ini memberi kesempatan untuk menjalankan analsisi “what if’ visual untuk mendapatkan penderetan wilayah kembali, suatu proses yang kadang-kadang dikaitkan sebagai keseimbangan beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dirasa puas dengan distribusi tersebut, maka dapat dibuat pengelompokkan wilayah tersebut sebagai tabel permanen. Kemudian pada saat keperluan meningkat, maka dapat diubah penempatannya tersebut dan di distribusi yang baru untuk menentukan penyelesaian terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redistricting tidak membuat objek peta baru atau tidak mengubah secara permanen style dari objek peta tersebut. Redistricting hanya merupakan sebuah fungsi dinamis yang menampilkan objek peta dengan membagi informasi wilayah yang sama sebagai suatu kelompok. Sementara peta objek tidak terpengaruhi secara permanen, dan dapat dibuat penempatan wilayah menjadi permanen dengan menyimpan tabel tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dilakukan redistricting setiap tabel yang berisi daerah , garis atau titik objek. Peta redistrict akan menggambarkan isian yang sesuai, garis atau style simbol untuk objek tersebut. Redistracter dapat membagi wilayah dalam sebuah tabel menjadi 300.       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redistricting digunakan untuk aplikasi dengan variasi yang besar seperti membuat dan mengatur wilayah penjualan, distrik sekolah, area layanan emergensi, rute pengiriman, manajemen area sumber daya alam, dan lain-lain. Redistricting digunakan jika data memiliki tingkat fluktuasi yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;District Browser&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;District browser adalah kunci untuk proses membuat dan mengganti districts. Seperti browser-browser yang ada pada MapInfo lainnya, District Browser adalah dynamic window yang digunakan untuk mengubah groups dan menghitung ulang total suatu nilai, maka dapat dilihat langsung hasil perhitungannya sesegera mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan Redistrict&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah proses redistricting secara umum :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.     Pilih window &gt; New redistric Window. Pilih spesifikasi tabel dan field-nya pada Redistrict dialog. MapInfo menampilkan kode peta berwarna dan district browser.&lt;br /&gt;b.    Pilih target district jika diperlukan&lt;br /&gt;c.     Pilih object pada peta yang ingin dijadikan target district&lt;br /&gt;d.    Amati perubahan pada nilai data pada District Browser&lt;br /&gt;e.    Tentukan objek peta yang akan dijadikan target district.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat District Baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak dimiliki district pada tabel, maka dapat dibuatkan dengan cara, berikut: Siapkan tabel dalam penyimpanan nama district baru dengan menambahkan kolom kosong pada tabel. Lakukan perintah  berikut, pilih Table &gt; Maintanance &gt; Table Structure. Kemudian akan ditampilkan box seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, pilih Window &gt; New Redistrict Window. Redistrict dialog akan ditampilkan. Pilih tabel dari drop down list. Pilih district field dari drop down listnya. District field adalah field yang kosong yang dibuat ke dalam atbel untuk nama districtnya.&lt;br /&gt; Dalam hal ini object di district hanya bersifat temporari. Ketika diinginkan tambahan district dalam suatu moment, jadikan district permanen dengan perintah berikut Redistrict  &gt; Assign Selected Object.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17953307-112955976237544812?l=anawinaldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anawinaldi.blogspot.com/feeds/112955976237544812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17953307&amp;postID=112955976237544812' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112955976237544812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112955976237544812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anawinaldi.blogspot.com/2005/10/tutorial-mapinfo-geocoding-dan.html' title='Tutorial MapInfo - Geocoding dan Redistrict'/><author><name>Wiwin Winaldi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05462216199722523446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17953307.post-112955969459854173</id><published>2005-10-17T21:34:00.000+07:00</published><updated>2005-10-17T21:34:54.606+07:00</updated><title type='text'>Tutorial MapInfo - Implementasi SIG</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak SIG pertama kali hadir 1960-an, terjadi perkembangan yang sangat pesat di bidang perangkat lunak SIG baik yang berbasiskan data spasial vektor maupun aster. Beberapa diantara sistem SIG ini dikembangkan dengan tujuan eksperimental di lingkungan akademis di beberapa Universitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara sistem-sistem SIG yang lain dikembangkan sebagai sistem yang benar-benar operasional sebagaimana perangkat lunak SIG pada saat ini. Tetapi sayangnya tidak sedikit dari sistem-sistem ini yang kurang berhasil. Artinya, sebagian dari sistem-sistem yang dikembangkan pada saat itu tidak berfungsi secara penuh, dan untuk analisis spasial. Sementara pada kasu-kasus yang lain, sistem-sistem (SIG) tersebut masih sering mengalami gangguan seperti ‘hang’ sehingga menyebabkan kemacetan atau kegagalan dalam menjalankan fungsi-fungsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum Perancangan SIG dapat dibagi menjadi dua komponen utama, yakni perancangan perangkat lunak SIG, dan perancangan sistem SIG. Perancangan perangkat lunak SIG memerlukan pengetahuan teknis yang luas mengenai struktur data, model-model data, dan pemrogaman komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan ini sangat menantang diantara profesi-profesi yang berpenghasilan tinggi, selain itu juga memerlukan pengetahuan-pengetahuan mengenai sains dan rekayasa di bidang komputer sebagai tambahan terhadap ilmu dasar SIG. Dengan demikian, siapapun yang memenuhi syarat, dapat memasuki bidang yang sangat menjanjikan ini , terutama karena perubahan dan perkembangan yang sangat cepat di bidang industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, perancangan sistem SIG menekankan faktor interaksi-intaraksi yang terjadi di antara manusia sebagai individu, kelompok dengan komputer sebagai komponen-komponen sistem yang masing-masing memiliki fungsi-fungsi tersendiri di dalam organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek studi-studi mengenai perancangan SIG akan memperluas pengertian dan bahkan memperkaya definisi SIG itu sendiri. SIG tidak sekedar perhitungan, tetapi juga membahas masalah-masalah bagaimana mengintegrasikan sistem ke dalam organisasi, bagaimana sistem mempengaruhi pola pikir dan kerja manusia, dan bagaimana kelak sistem merubah fungsi-fungsi organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dapat dilihat, isu-isu perancangan teknis tidak dapat dipisahkan dari isu-isu institusionalnya. Suatu sistem SIG yang dapat dikatakan sukses dari sisi perancangan teknisnya sekalipun kemungkinan masih akan menemui kegagalan jika tidak mendapatkan dukungan organisasi atau sponsor eksternal. Sebagai contoh, sekalipun usaha-usaha yang telah dilakukan (diberbagai bidang usaha yang berpotensi berbasiskan SIG, misalnya marketing, banking, perumahan, pengelolaan bahan galian, tambang, mineral dan sumber daya alam lainnya, dll.) telah mendapat kesuksesan di dalam suatu organisasi, tetapi jika tingkatan manajemen yang lebih tinggi di dalam organisasi yang bersangkutan melihat bahwa perluasan pengoperasiaan sistem SIG-nya justru berlebihan, maka kemungkinan pengoperasiaan sistem SIG-nya akan dibatasi atau bahkan dihentikan sementara.  Atau, jika dukungan dana eksternal yang biasanya diperoleh dari luar organisasi untuk pengoperasiaan sistem SIG-nya gagal di dapat, kemungkinan besar pengoperasiaan sistem SIG-nya sama sekali dihentikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan Rekayasa Perangkat Lunak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cabang ilmu komputer yang relatif baru adalah rekayasa perangkat lunak. Cabang ini merupakan teknologi yang terdiri dari beberapa layer. Layer proses bertindak sebagai perekat yang mempertahankan layers teknologi dan memungkinkan pengembangan perangkat lunak komputer menjadi rasional dan tepat waktu. Selain itu, layer proses juga mendefinisikan framework yang harus didirikan agar penyerahan teknologi rekayasa perangkat lunak menjadi efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara layer metode menyediakan teknik bagaimana membangun perangkat lunak, layer ini juga meliputi tugas-tugas yang mencakup analisis (kebutuhan sistem atau kebutuhan pengguna), perancangan, implementasi (pemrograman atau coding), pengujian (testing), dan pengoperasiaan dan pemeliharaan. Sedangkan layer tools memberikan dukungan otomatis atau semi otomatis terhadap layers proses dan metode. Jika tools yang digunakan saling terintegrasi sehingga informasi yang dihasilkan oleh suatu tool dapat digunakan tools yang lain, maka sistemnya sering disebut CASE ( Computer Aided Software Engineering).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memecahkan masalah-masalah aktual di dalam dunia industri, maka para analis (ahli rekayasa) harus menggabungkan startegi pengembangan yang meliputi layers proses, metode, dan tools diatas. Startegi ini sering disebut sebagai model proses atau paradigma rekayasa perangkat lunak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas-tugas seorang perancang SIG tidak sekedar menuliskan kode, program, atau bahasa skrip, tetapi lebih pada penyediaan : 1) informasi mengenai model-model dan struktur-struktur data yang tepat, 2) perangkat lunak yang menyediakan kebutuhan-kebutuhan analisis dengan biaya yang terjangkau, 3) pelatihan-pelatihan yang diperlukan oleh pengguna, dan 4) sistem yang sesuai untuk organisasi yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model-model  Perancangan Sistem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model Waterfall&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model proses yang digunakan untuk pengembangan sistem perangkat lunak yang telah lama dikenal secara luas adalah model atau pradigma siklus hidup klasik yang sering disebut sebagai waterfall. Model ini sangat terstruktur dan bersifat linear.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model ini memerlukan pendekatan yang sistematis dan sekuensial di dalam mengembangkan sistem perangkat lunaknya. Pengembangan dimulai dari tingkat sistem, analisis, perancangan, implementasi (pemrograman / coding), pengujian (testing), pengoperasiaan dan pemeliharaan.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekayasa sistem : Pembuatan suatu perangkat lunak merupakan bagian terbesar dari pengerjaan suatu proyek. Untuk pekerjaan dimulai dengan menetapkan segala hal yang diperlukan dalam pelakasanaan proyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis : Merupakan tahap dimana sistem dianalissi hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek pembuatan atau pengembangan perangkat lunak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perancangan (desain) : Tahap ini merupakan tahap penerjemahan dari keperluan atau data yang telah dianalisis ke dalam bentuk yang mudah dimengerti oleh pemakai (user). Ada 3 atribut yang pentig dalam proses perancangan, yaitu : struktur data , arsitektur perangkat lunak dan prosedur rinci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemrograman (coding) : Tahap berikutnya adalah menerjemahkan data atau pemecahan masalah yang telah dirancang ke dalam bahasa pemrograman komputer yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengujian (testing) : Setelah program selesai dibuat, maka tahap berikutnya adalah uji coba terhadap program tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi &amp; Pemeliharaan : Perangkat lunak yang telah selesai dibuat dapat mengalami perubahan-perubahan atau penambahan sesuai dengan permintaan user.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah pengerjaan yang banyak dipergunakan dengan siklus ini adalah pada situasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Urutan-urutan pengerjaan pembuatan program telah sesuai dengan model pengembangan, kadangkala sering terjadi pengulangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Kesukaran menentukan apa yang menjadi inti permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model Prototype&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prototipe adalah proses pembuatan model dari perangkat lunak yang akan dibuat atau dikerjakan sehingga pemakai dapat mengetahui hasil yang kaan didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prototipe banyak digunakan pada pemakai yang masih baru mengenal pemakaian komputer. Tujuannya adalah untuk mendefinisikan perangkat lunak yang akan dihasilkan tanpa menertakan rincian pemasukan data, proses dan keluaran yang diperlukan. Disini tim pembuat perangkat lunak belum dapat membayangkan algoritma yang efisien dari sistem operasi yang digunakan . Proses yang terjadi dalam prototipe dapat digambarkan, sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Analisis kebutuhan : merupakan proses menganalisis keperluan yang terdapat pada permasalahan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Perancangan desain : Tahap ini merupakan proses perancangan dari model atau prototipe permasalahan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Pembentukan prototipe : Proses buat prototipe di snini adalah pembuatan model secara keseluruhan dari rencana pemecahan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Evaluasi prototipe dan perbaikan :  Merupakan evaluasi yang dilakukan terhadap prototipe yang telah dibuat, apabila ada perubahan maka perlu diperbaiki sesuai dengan keiningnan pemakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Produk rekayasa : merupakan hasil dari prototipe yang dibuat dimana telah disetujui oleh pemakai.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Model Spiral&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Pengembangan sistem model spiral adalah pemgembangan model yang mengadopsi feture penting milik model-model waterfall (siklus hidup klasik) dan prototyping. Walaupun demikian, model inipun memiliki feature penting yang tidak dimiliki oleh model-model lainyang diasopsinya (analisis resiko). Ciri khas model ini adalah empat aktifitas berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Perencanaan&lt;br /&gt;·        Analisis resiko&lt;br /&gt;·        Produk rekayasa&lt;br /&gt;·        Evaluasi oleh pengguna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walupun demikian, adalah sangat jarang suatu pengembangan perangkat lunak yang menggunakan model spiral berhasil mengembangkan perangkat lunak akhir (produk rekayasa) dalam satu siklus pengembangan. Artinya, jika hal ini terjadi, maka prototipe pertama langsung diterima oleh penggunanya walaupun dikembangkan hanya berdasarkan pengumpulan kebutuhan awal semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pada umumnya hasil evaluasi mengharuskan adanya koreksi, perubahan, dan modifikasi pada prototipenya. Dengan demikian, pengembangan akan berlanjut pada siklus-siklus berikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis Cost &amp; Benefit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis ini meliputi dua aspek, yakni aspek manfaat dan aspek biayanya. Dari kedua aspek tersebut, aspek biaya dapat dihitung dengan mudah. Yakni berdasarkan seluruh komponen biaya yang terlibat dalam proses pengadaan dan pentelenggaraan yang bersangkutan, termasuk investasi , pengembangan sumber daya manusia, bahan, tenaga kerja dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghitung aspek manfaat secara kuantitatif diperlukan kemampuan menentukan nilai ekonomis dari produk yang dihasilkan. Nilai ekonomis ini tergantung dari supply dan demand terhadap komoditi yang bersangkutan. Yang menjadi masalah adalah sampai dimana kaidah-kaidah tersebut diatas dapat diterapkan dalam pengembangan dan penyelenggaraan SIG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hubungan ini, sedikit diuraikan pengalaman pada waktu BAPPENAS memerlukan suatu justifikasi bagi penyelenggaraan (dan pengganggaran) proyek nasional bagi pemetaan dasar (pemetaan rupa bumi) secara sistematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, seluruh pemetaan rupa bumi selalau diselenggarakan dalam rangka suatu proyek fisik pembangunan, hingga langsung menunjang (bermanfaat bagi) proyek fisik yang terlebih dahulu telah dinilai secara kuantitatif dari segi manfaat dan biayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hubungan itu biaya pemetaan dapat dihitung sebagai bagian dari seluruh biaya proyek yang manfaatnya dapat dikuantifikasikan dengan relatif mudah. Dengan demikian analisis benefit &amp; cost bagi pemetaan tersebut dapat dihiitung dengan mudah pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan pemetaan dasar nasional yang sistematis, biayanya dapat dihitung dengan mudah, akan tetapi tidak demikian halnya dengan manfaatnya, karena sukar untuk diidentifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini disebabkan peta bukanlah sekedar komoditi, melainkan lebih dari itu adalah sumber informasi yang dapat dipergunakan oleh beberapa disiplin ilmu dan berbagai sektor pembangunan yang berimpilikasi spasial. Selain itu manfaatnya bersifat “cummulative over time”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk justifikasi proyek pemetaan dasar nasional tersebut manfaatnya dirumuskan secara indikatif dilandaskan da fungsinya sebagai sarana perpaduan bagi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta atas pendekatan yang memperpadukan pemetaan dasar dengan investasi sumber daya alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata pendekatan demikian mendapat tanggapan positif dari Bank Dunia, hingga diperoleh pembiayaan bagi Resources Survey and Mapping Project dan Resources Aerial Photography Project, yang dapat dikatakan merupakan awal dari penyediaan biaya pemetaan dasar secara sistematis oleh Bappenas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang SIG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum dikenal Benefit – Cost model sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          (Jumlah kebutuhan) * (Nilai Produk)&lt;br /&gt;     B/C = -------------------------------------------------&lt;br /&gt;                        Biaya Produksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manifestasi dari penyediaan dan permintaan (supply and demand)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana halnya dengan pemetaan, aspek biaya penyelenggaraan SIG dapat dihitung dengan mudah, yakni meliputi biaya untuk  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.     Perancangan dan pengadaan perangkat kersa serta pemeliharaannya.&lt;br /&gt;b.     Perancangan dan pengadaan piranti lunak serta pemeliharaannya.&lt;br /&gt;c.     Perencanaan dan pengadaan Basis Data serta pemeliharaannya.&lt;br /&gt;d.     Pelatihan&lt;br /&gt;e.     Penyusunan program-program aplikasi&lt;br /&gt;f.      Penyelenggaraan / penerapan SIG.&lt;br /&gt;g.     Overhead dan bahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat mengkuantifikasi manfaat, maka harus mampu untuk mengindentifikasi produk-produk SIG yang akan dihasilkan, memperkirakan jumlah kebutuhan akan produk-produk tersebut serta menentukan nilai produk-produk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan yang timbul adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah pada awal pengembangan SIG, diantisipasi produk-produk SIG yang akan dibutuhkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah dari awal dieprkirakan kebutuhan jumlah berbagai produk SIG itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah ditentukan nilai / harga produk-produk tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya ketiga pertanyaan tersebut sulit untuk dijawab, bahkan mungkin sekali tidak dapat diperoleh jawaban kuantitatif yang memuaskan, Mengapa ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilamana SIG hanya dipergunakan sebagai suatu sarana pemetaan berkomputer suatu lembaga tertentu, dapat diperkirakan dengan mudah jumlah dan jenis peta serta skala yang diperlukan. Akan tetapi, sebagaimana diketahui SIG bukan hanya suatu sarana pemetaan melainkan disamping itu merupakan suatu sistem yang dapat dipergunakan sebagai sarana bantu pengambilan keputusan maupun sarana bantu manjemen operasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Dalam hubungan itu penggunaannya berkembang menurut keadaan serta perkembangan masalah yang terjadi, hingga memungkinkan pengambilan keputusan ataupun langkah-langkah operasional sebagai respons terhadap perkembangan sewaktu-waktu. Dengan demikian produk-produk SIG tidak dapat diantisipasi baik jenis maupun jumlahnya&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nilai ekonomi SIG, sebagaimana halnya dengan peta, produk-produk SIG berupa berbagai alternatif keputusan-keputusan atau langkah-langkah yang lebih baik atau lebih ekonomis, merupakan bagian dari suatu proses penanganan proyek / kegiatan. Sabagaiman pula halnya dengan peta, nilai ekonomis yang dapat dikuantifikasi berlaku untuk keseluruhan proyek / kegiatan itu, tidak mudah untuk aspek SIG tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Karenanya nilai ekonomis SIG ini tidak dapat dievaluasi dengan Hampiran Benefit – Cost Model belaka, melainkan disamping itu melalui Hampiran Cost – Performance bagi manfaat yang dapat dikuantifikasi (tangible benefits) dan melalaui (intangible benefits).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi Nilai Ekonomis SIG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagimana telah diuraikan diatas, manfaat SIG meliputi manfaat yang dapat dikuantifikasi (tangible benefits) dan manfaat yang ttidak dapat dikuantifikasi (intangible benefits).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara tangible benefits dapat berupa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Penghematan waktu dalam produksi peta serta update-nya&lt;br /&gt;·        Mengurangi duplikasi&lt;br /&gt;·        Penghematan ruang penyimpanan&lt;br /&gt;·        Peningkatan revenue dari penjualan data / informasi&lt;br /&gt;·        Peningkatan efektifitas administrasi&lt;br /&gt;·        Perencanaan / perekayasaan yang lebih baik&lt;br /&gt;·        Peningkatan efektifitas pengendalian dan operasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan intangible benefits anata lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Tersedia lebih banyak informasi mutakhir serta penyediannya secara tepat waktu&lt;br /&gt;·        Peningkatan mutu analisis dengan tenaga dan waktu lebih sedikit&lt;br /&gt;·        Memungkinkan analisis dan penelitian, alternatif lebih banyak yang sebelumnya tidak mungkin / sulit dilaksanakan.&lt;br /&gt;·        Peningkatan mutu keputusan hingga memungkinkan perencanaan yang lebih baik&lt;br /&gt;·        Peningkatan fleksibilitas untuk penyusunan dan penyesuaian rencana sebagai respons terhadap kondisi yang berubah.&lt;br /&gt;·        Tersedia sarana dan forum yang baik bagi peningkatan koordinasi dan integrasi antar disiplin, sektor pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangible Benefits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangible benefits tersebut di atas pada umumnya dapat dikuantifikasi sebagai penghematan biaya, misalnya dibandingkan dengan cara konvensional 9non-digital), hingga dapat disusun suatu grafik cost-performance yang dapat dipergunakan untuk menilai cost-effectiveness dari sistem yang dipergunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intangible Benefits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kategori benefit ini melakukan pendekatan yang subyektif – kuantitatif, yaitu dilihat dari fungsi SIG sebagai sarana bagi peningkatan mutu pengambilan keputusan dalam keadaan risiko ketidak pastiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, evaluasinya diselenggarakan dalam kaitan dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai, dimana hasil SIG merupakan masukan bagi keputusan / kebijakan (policy decision) yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara ini  dikaitkannya penilaian manfaat SIG dengan nilai ekonomis tujuan dan sasaran (proyek) yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka itu diperlukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkiraan kontribusi SIG terhadap pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkiraan kontribusi pengambilan keputusan terhadap peningkatan mutu proyek atau penghematan biaya proyek hingga nilai intangible benefits ini dapat didekati menurut rumus :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benefit = Kontribusi SIG * (Kontribusi keputusan * Nilai Ekonomis Proyek)&lt;br /&gt; Subyektifitas dalam penerapan rumus terletak pada perkiraan kontribusi SIG kepada pengambilan keputusan serta kontribusi keputusan kepada peningkatan mutu / efisiensi proyek. Dengan demikian evaluasi ekonomis terhadap intangible benefits SIG hanya dapat didekati secara perkiraan yang subyektif serta tidak normatif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17953307-112955969459854173?l=anawinaldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anawinaldi.blogspot.com/feeds/112955969459854173/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17953307&amp;postID=112955969459854173' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112955969459854173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112955969459854173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anawinaldi.blogspot.com/2005/10/tutorial-mapinfo-implementasi-sig.html' title='Tutorial MapInfo - Implementasi SIG'/><author><name>Wiwin Winaldi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05462216199722523446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17953307.post-112955961047913517</id><published>2005-10-17T21:32:00.000+07:00</published><updated>2005-10-17T21:33:30.483+07:00</updated><title type='text'>Tutorial MapInfo - Peta</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pembicaraan mengenai konsep peta, perlu ditanyakan bagaimana dan prosedur apa yang perlu dipertegas dalam pengertian peta tersebut. Dalam menyajikan realitas muka bumi, bentuk kenampakan 3D adalah unsur spasial dari geografisnya. Sedang untuk membuat peta hanya diperlukan kenampakan 2D dari koordinat proyeksi, dan mempunyai sifat berupa unsur-unsur spasial yang dapat ditransformasi, rotasi, penyesuaian skala dan posisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep suatu peta yang digunakan untuk menunjang SIG sebenarnya tidak jauh beda dengan apa yang telah biasa dilakukan dalam pelaksanaan pemetaan topografi. Hal-hal serta unsur-unsur yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Proyeksi Peta&lt;br /&gt;·        Skala Peta&lt;br /&gt;·        Resolusi dari Peta&lt;br /&gt;·        Isi Peta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyeksi Peta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali jenis-jenis proyeksi peta yang ada dan yang mempunyai karakteristik sendiri-sendiri untuk lokasi geografi yang berbeda. Di daerah dekat kutub tentu pemilihan proyeksi petanya sangatlah berbeda dengan di daerah katulistiwa, demikian juga pada daerah-daerah yang spesifik lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pemilihan proyeksi ini adalah tergantung dari instansi atau pelaksana yang memakai topik-topik tertentu, umpamanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Peta-peta tematik cenderung memakai Equal Area projection mengingat distribusi data memerlukan perbandingan area yang sama untuk semua lokasi.&lt;br /&gt;·        Peta-peta untuk presentasi sebaiknya memakai proyeksi Conform.&lt;br /&gt;·        Peta-peta untuk navigasi sebainya memakai proyeksi dengan arah yang benar (karena untuk navigasi) atau Mercator maupun proyeksi equidistant.&lt;br /&gt;·        Dan banyak lagi jenis proyeksi yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang perlu diingat juga mengenai luas area yang akan dipetakan, apakah benua, kepulauan, propinsi, kabupaten dan unit area yang makin kecil lainnya. Ini sangat memegang peranan dalam menentukan pemilihan proyeksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting disini adalah seluruh data dalam sistem harus diletakkan pada satu jenis proyeksi yang sama, jadi mempunyai koordinatsistem yang seragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skala Peta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skala peta sangat berhubungan sekali dengan isi detail dari peta itu sendiri. Untuk masukan data guna dipakai dalam perencanaan SIG global, skala kecil mungkin lebih cocok jika dibandingkan dengan skala besar seperti peta dasar rupa bumi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     PETA SKALA  BESAR = PETA BANYAK DETAIL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali disini berperan tema serta tujuan dari pembentukan SIG yang akan sangat menentukan pemilihan skala peta yang digunakan untuk menjadi dasar referensi data spasialnya. Sebagai contoh, dalam melaksanakan SIG perkotaan ada beberapa tingkat skala yang perlu dipergunakan agar tujuan SIG perkotaan tersebut dapat tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melihat liputan area yang tercakup dari daerah perkotaan (DKI Jakarta) digunakan peta skala 1 : 50.000. Dan ini dipergunakan untuk menunjukkan indeks peta, batas administrasi dari tingkat wilayah, kecamatan sampai pada tingkat kelurahan . Peta distribusi titik kontrol, jaringan jalan dan peta zoning, skala 1:20.000 dapat menunjang untuk keperluan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang untuk perencanaan, ke-tatakotaan, peta 1:1000 digunakan sehingga perkiraan lokasi persil, IMB, tapak rumah, dsb., dapat dimonitor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resolusi dari Peta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketelitian dari peta adalah ketepatan dari lokasi n bentuk unsur yang dapat diberikan oleh peta sesuai dengan skala petanya. Unsur-unsur yang disajikan akan berbeda penyajiannya sesuai dengan perubahan skala petanya. Jadi skala peta makin kecil, ketelitian peta makin berkurang karena semua unsur harus mengalami generalisasi (penyederhanaan, penghilangan maupun penghalusan detailnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk peta yang akan di digit dan dimasukkan ke dalam SIG, maka perlu diketahui hubungan antara kesalahan dan ketelitiannya yang dapat dituangkan dalam rumus dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E = f(f) + f(l) + f(c) + f(d) + f(a) + f(m) + f(p) + f(rms) + f(mp) + u&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana fungsi-fungsi tersebut diatas adalah tergantung dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        f =  adalah flattening dari permukaan bumi yang didatarkan kebidang 2D&lt;br /&gt;          (transformasi dari elipsoid ke bidang datar geometris).&lt;br /&gt;·        l =  adalah ketelitian pengukuran di bumi (proyeksi n datum yang&lt;br /&gt;          digunakan)&lt;br /&gt;·        c = kebenaran hasil interpretasi dari unsur&lt;br /&gt;·        d = ketelitian dari penggambaran / penarikan garis (lebar alat gambar dan&lt;br /&gt;          ketepatan mentrace dari unsur)&lt;br /&gt;·        a = konversi dari analog ke digital (menyangkut kalibrasi meja digitasi)&lt;br /&gt;·        m    = kestabilan material gambar (peta , tracing material dsb.)&lt;br /&gt;·        p     = ketelitian waktu peletakkan cursor&lt;br /&gt;·        rms = root mean square (ketelitian dari registrasi tick pada map extent)&lt;br /&gt;·        mp  = ketelitian mesin (pembulatan dari desimal di dalam komputer itu&lt;br /&gt;               sendiri)&lt;br /&gt;·        u  = kesalahan-kesalahan yang tidak dapat ditentukan sumbernya. Sumber-sumber kesalahan cenderung mempunyai sifat ynag komulatif, oleh karena itu sangat penting untuk berusaha mengurangi sumber-sumber yang dapat menimbulkan kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi Peta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah disebutkan terdahulu isi peta terdiri dari tiga komponen yaitu titik, garis dan poligon (area) disamping tambahan adanya data atribut yang menyertai unsur-unsur yang disajikan. Daro data yang ada maka isi peta akan ditransfer kedalam vektor format dan raster format, tentu disamping tambahan data atribut dari unsur-unsur yang disajikan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi secara umum isi peta adalah sebagai sumber data spasial yang jika dimasukkan ke dalam SIG akan memberikan hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Mempunyai referensi koordinat baik geografi maupun proyeksi. Mampunyai sistem yang jelas yang terreferensi dan seragam untuk satu paket atau nantinya dapat ditransfer ke satu sistem yang dipakai.&lt;br /&gt;·        Dapat nantinya di buat layer-layer yang mewakili tema-tema tertentu dan mempunyai hubungan atau georefrensinya sama.&lt;br /&gt;·        Tiap unsur spasialnya mempunyai identifikasi yang unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta sebagai salah satu sumber informasi spasial perlu dimengerti dahulu sifat-sifatnya, karakteristiknya, isi peta itu sendiri sehingga jika akan digunakan sebagai salah satu masukan data spasial ini tidak akan membuat proses menjadi terhalang akibat ketidaktahuan dari hal-hal tersebut diatas. Oleh karenanya oenanganan peta dan jika digabung dengan pengetahuan mengenai konsep dasar  SIG, akan sangat membantu kelancaran penggnaan peta tersebut untuk kepentingan membangun proyek SIG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat Table Baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;File table dalam hal ini membuat tabel baru untuk suatu layer (peta baru), ingat File di MapInfo disebut juga table. Adapun langkah pengerjannya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        File &gt; New table, akan muncul tampilan berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beri tanda pada Open New Browser adn Open New Mapper. Klik tombol Create, maka akan muncul dialog berikut .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Buatlah layer sesuai yang dibutuhkan, berdasarkan jumlah utilitas peta yang akan didigitasi. Satu layer lam MapInfo sama dengan satu buah table.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik tombol Projection, maka akan muncul dialog berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Klik drop menu pada Category, pilih Non-Earth. Dalam Category Members pilih Non-Earth (meters). Klik Ok, selanjutnya harus mengisi batasan dari absis dan ordinat, seperti berikut.&lt;br /&gt;·        Isilah seperti contoh berikut (misal).&lt;br /&gt;·        Angka-angka tersebut didapat dari koordinat pojok kiri bawah dan pojok kanan atas. Kemudian klik OK dan kembali pada gambar sebeleumnya. Isilah frame Field Information sesuai dengan informasi yang ingin ditampilkan pada table yang akan dibuat.&lt;br /&gt;·        Apabila telah selesai, klik Create ... maka akan muncul kotak dialog berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi File Name dengan nama Hotel.tab. Sampai saat ini sudah dibuat layer (satu tabel), buatlah layer-layer yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Selanjutnya pemrosesan menggunakan digitizer yang terlebih dahulu harus telah diinstal, dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh MapInfo, sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o       Klik Pull-down menu Map &gt; Digitizer Setup,&lt;br /&gt;o       Klik tombol buttons ,&lt;br /&gt;o       Klik tombol 0, pada puck (mouse-nya digitizer),&lt;br /&gt;o       Klik tombol no. 1 pada puck , maka akan kembali ke awala menu,&lt;br /&gt;o       Klik tombol (tbl) 0 pada puck di pojok kiri bawah peta yang akan didigitasi,&lt;br /&gt;o       Lakukanlah perintah-perintah diatas sebanyak tiga kali untuk posisi sebagai berikut : pojok kanan bawah, pojok kiri atas, pojok kanan atas. Terakhir klik OK&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17953307-112955961047913517?l=anawinaldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anawinaldi.blogspot.com/feeds/112955961047913517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17953307&amp;postID=112955961047913517' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112955961047913517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112955961047913517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anawinaldi.blogspot.com/2005/10/tutorial-mapinfo-peta.html' title='Tutorial MapInfo - Peta'/><author><name>Wiwin Winaldi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05462216199722523446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17953307.post-112955954535232540</id><published>2005-10-17T21:31:00.000+07:00</published><updated>2005-10-17T21:32:25.356+07:00</updated><title type='text'>Tutorial MapInfo - Analisis SQL , Thematic , Geografis</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selection merupakan serangkaian data yang telah dikelompokkan berdasarkan satu variabel atau lebih. Dapat dibuat pilihan dengan merumuskan pertanyaan-pertanyaan atau queries mengenai data yang dibutuhkan. Berapa orang konsumen yang tinggal di Bandung? Seleksi Kepolisian mana saja yang memiliki rata-rata kasus tindak kejahatan yang palung tinggi MapInfo menyimpan hasil dari seluruh pertanyaan ini dalam tabel sementara yang disebut Query Table.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bab sebelumnya telah dibahas selection dan query table sebagai hasil dari penggunaan perintah Query &gt; Select. Sekarang akan dialihkan perhatian pada suatu keistimewaan lain MapInfo yang penting yaitu dengan membuat pertanyaan dengan menggunakan SQL Select.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara perintah Select MapInfo memberi kesempatan untuk merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang rumit, SQL Select bekerja lebih jauh lagi. Data dalam tabel query yang dihasilkan oleh perintah select akan memberikan susunan data yang sama dengan tabel rujukannya. Tabel sementara tersebut disusun agar data terpilih dapat dilihat secara bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan SQL Select dapat dibuat tabel query yang hanya berisi informasi yang dibutuhkan dengan menggunakan data tabel rujukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog SQL Select merupakan salah satu dialog yang paling rumit dalam MapInfo. Namun demikian, akan lebih mudah jika telah menggunakannya dengan pertanyaan pada SQL Select. Karena dapat langsung mengetik ke dalam menu-menu pembantu di sebelah kanan untuk memasukkan perintah ke dalam kotak-kotak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Peta Thematic&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thematic adalah proses untuk memberi bayangan pada peta anda sesuai dengan thematic yang anda buat. Thematic itu sendiri biasanya berupa bagian dari data. Memberi bayangan pada pengertian ini bersifat umum. Bisa berbentuk pembagian warna, manambahkan symbol, mengganti pola, atau uga menampilkan data grafik ke dalam peta anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menggunakan perintah peta thematic, ada bantuan 3 langkah yaitu langkah pemilihan tipe dari peta themaitic yang kehendaki, tabel dan kelompok data yang akan di buat, dan variasi metoda untuk ditampilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan Peta Thematic&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada dialog Create Thematic Map, kemampuan menganalisis data dengan menggunakan peta thematic adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Peta thematic diagram, dapat menunjukkan beberapa variabel thematic secara langsung. Setiap diagram akan muncul pada wilayah yang bersangkutan. Peta thematic diagram ini sangant efektif untuk membandingkan wilayah secara geografis. Dialog ranges memberi anda kesempatan membuat antara berdasarkan atas jumlah dan standar deviasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Color spread memberi anda kesempatan untuk mennetukan gradasi warna high-to-low, dengan membuat bagian atas berwarna merah gelap dan bagian bawah berwarna merah pucat, MapInfo secara otomatis akan membentuk arsiran rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Peta thematic bivariate memberi anda kesempatan untuk menampilkan titik atau garis objek yang memiliki dua atribut berbeda seperti warna dan ukuran yang masing-masing menunjukkan variable yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis geografis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan fungsi \ mengedit MapInfo baru yang canggih, juga dapat menggabungkan, memisahkan, menghapus objek peta dengan menggunakan model mengedit “Set Target Apply Action”. Model ini memberikan kesempatan untuk menggunakan objek yang berasal dari tabel yang sama atau tabel yang lain untuk membuat objek baru. Metode pengumpulan data yang canggih memberi kesempatan untuk menghitung harga data baru yang sesuai dengan objek baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Set target editing model pada MapInfo memberi kesempatan untuk menyusun objek peta sebagai target untuk pengeditan, kemudian buatlah objek lain yang berperan sebagai pemotong pada daerah target dan melaksanakan pengeditan terhadap target tersebut. Set target berada di bawah objek menu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Set Target Model untuk pengeditan objek peta secara luas dapat dijelaskan dalam tiga tahap proses :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.     Susun objek yang ingin di edit sebagai target.&lt;br /&gt;2.     Pilih dan tentukan objek lain atau objek-objek ng berperan sebagai pemotong untuk melaksanakan pengeditan.&lt;br /&gt;3.     Laksanakan pengeditan (penggabungan, pemisahan, penghapusan, atau penghapusan bagian luar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah objek (atau objek-objek) baru harus berada di objek yang berdekatan (daerah, segi empat panjang, segi empat panjang dengan sisi bundar atau elip) atau objek linear (garis, polyline, lengkungan). MapInfo tidak dapat menggabungkan sebuah daerah dengan polyline. Tetapi sebelumnya dapat diubah sebuah daerah menjadi polyline (atau sebaliknya) dan kemudian menggunakan proses target penyusunan untuk pengeditan lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga tidak dibatasi untuk menggunakan objek peta yang sama pada Layer yang sama. Sementara target objek harus berada di lapisan yang dapat diedit, dan dapat dipilih objek pemotong dari lapisan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses penyusunan target tetap sama , apakah ingin digabungkan objek secara bersamaan atau membuat objek yang lebih banyak dengan memisahkan objek-objek atau menghapus bagian dari objek tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, untuk membuat objek peta yang baru, Set Target Model memberi kesempatan untuk mengontrol bagaimana data tersebut dikaitkan dengan objek target yang akan di transfer ke objek baru atau objek-objek lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat Wilayah Baru Melalui Penggabungan Objek&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pembuatan wilayah merupakan salah satu dari tugas-tugas umum dalam pemggunaan MapInfo. Sebagaian besar orang membuat wilayah tersebut dengan menggabungkan dua daerah atau lebih untuk membuat suatu daerah yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen kepolisian menggabungkan perbatasan kode wilayah untuk membuat perbatasan daerah. Manajer penjualan menggabungkan perbatasan negara untuk membuat daerah penjualan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis politik menggabungkan sensus perbatasan daerah untuk membuat daerah pemilu. Ingatlah, apabila menggabungkan daerah, juga menggabungkan data yang berkaitan dengan data tersebut. Apabila digabungkan daerah tanpa menggabungkan data yang berkaitan dengan daerah tersebut, data tersebut akan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk beberapa aplikasi tidak akan disimpan datanya. Contohnya, akan digabungkan sensus perbatasan daerah untuk membuat daerah sekolah. Sensus data daerah tersebut tidak menarik minat dan hanya meninginkan perbatasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MapInfo memberi dua metode untuk menggabungkan daerah. Metode pertama, Combine yang dapat digunakan untuk objek yang dipilih. Metode kedua, Combine Objects Using Columns dapat digunakan untuk menggabungkan objek ke dalam kelompok yang berdasarkan pada kolom tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aggregating / Disaggregating Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dimiliki data yang terlampir pada objek peta yang akan diedit, juga dapat dibagi data tersebut untuk setiap bidang agar disesuaikan dengan objek yang baru yang disebut data aggregation atau data disaggregation tergantung apakah akan digabung atau memisahkan objek. MapInfo menghitung nilai data baru untuk objek tersebut tergantung bagaimana menentukan penggabungan atau pemisahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat Zona Buffer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ingin mencari seluruh kabel dalam tanah yang terkubur dengan kedalaman 4 meter di Kecamatan Bojong Soang. Atau diinginkan menghubungi seluruh keluarga yang memiliki usia balita yang tinggal dalam radius 5 mil dari wilayah sekolah taman kanak-kanak. Anda tahu bahwa anda dapat mencari objek di daerah tersebut. Tetapi bagaimana cara membuat daerah yang sesuai dengan keterangan di atas ? Anda membuat buffers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buffer adalah suatu zona yang mengelilingi objek garis, daerah lain, simbol atau objek lainnya dalam map window. Juga dapat mengontrol dimensi zona buffer dengan menentukan radius buffer. Contohnya, dapat dibuat zona buffer yang mengelilingi jalanjalan di Ciwastra yang meiliki zona kedalaman 4 meter di setiap sisinya. Dapat dibuat daerah buffer yang mengelilingi wilayah sekolah dengan perbatasan sepanjang 5 mil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua-duanya merupakan radius buffer yang tepat dan dapat disusun radius untuk dijadikan nilai konstan atau dapat dipilih nilai data dari tabel yang akan digunakan sebagai radius. Contohnya, untuk membuat buffer disekeliling kota besar yang menggambarkan tingkat populasinya, juga dapat dipilih bidang populasi sebagai nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dapat diteruskan untuk menghitung radius buffer dengan menggunakan suatu pernyataan. Contohnya, bila ingin membuat buffer disekeliling  kota yang menunjukkan densitas populasi. Tetapi karena tidak dimiliki bidang yang terdiri dari densitas populasi, maka perlu ditulis suatu pernyataan yang dapat dihitung dari densitas dari populasi dan area. Hal ini tidak berbeda dengan menulis suatu pernyataan untuk pemetaan thematic atau pemilihan query.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila diinginkan membuat buffer tersendiri untuk memasukkan seluruh objek yang ditentukan atau membuat buffer individu untuk setiap objek. Setelah dibuat daerah buffer, maka dapat dicari objek didalamnya seperti yang dikerjakan dibawah ini .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat buffer, buatlah lapisan yang dapat diedit, dan tentukan sebuah objek atau lebih yang akan mendasari daerah buffer tersebut. Pilihlah buffer dari menu objects, seperti berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Tentukan radius buffer, baik dalam bentuk konstan atau bidang data dari tabel atau pernyataan&lt;br /&gt;·        Tentukan jumlah segmen per lingkaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radius buffer menentukan dimensi dari zona buffer. Contohnya apabila diinginkan membuat suatu daerah yang meliputi zona satu mil pada kedua sisi jalan tol, dan akan ditentukan radius buffer sepanjang satu mil. Apabila  dipilih bidang dari tabel atau pernyataan, MapInfo akan menghitung radius dari buffer berdasarkan nilai tersebut.&lt;br /&gt; Jumlah segmen perlingkaran menentukan level dari rincian di daerah buffer tersebut. Semakin banyak segmen per lingkaran, semakin tinggi level dari rincian tersebut. Meskipun demikian, tetaplah diingat bahwa semakin tinggi level rincian tersebut, semakin lama waktu yang diperlukan untuk membuat daerah buffer tersebut. Level default 12 segmen per lingkaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17953307-112955954535232540?l=anawinaldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anawinaldi.blogspot.com/feeds/112955954535232540/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17953307&amp;postID=112955954535232540' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112955954535232540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112955954535232540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anawinaldi.blogspot.com/2005/10/tutorial-mapinfo-analisis-sql-thematic.html' title='Tutorial MapInfo - Analisis SQL , Thematic , Geografis'/><author><name>Wiwin Winaldi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05462216199722523446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17953307.post-112955943801017492</id><published>2005-10-17T21:29:00.000+07:00</published><updated>2005-10-17T21:30:38.026+07:00</updated><title type='text'>Tutorial MapInfo - Basis Data</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data atau informasi geografi, yang diturunkan dari peta-peta tematik, pengukuran pada umumnya mengandung lebih dari satu atribut yang diasosiasikan dengan lokasi spasialnya. Sebagai contoh, properties pemukiman yang menjadi daya tarik adalah area, lahan, sifat kesuburan tanah, dsb. Atribut-atribut tambahan ini disebut sebagai entities non-spasial dari basi data spasial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basis data spasial mendeskripsikan sekumpulan entity baik yang memiliki lokasi atau posisi yang tetap maupun yang tidak tetap (memiliki kecenderunganbuntuk berubah, bergerak, atau berkembang). Tipe-tipe entity spasial ini memiliki properties topografi dasar yang meliputi lokasi, dimensi dan bentuk (shape). Hampir semua SIG memiliki campuran tipe-tipe entity spasial dan non-spasial. Tetapi, tipe-tipe entity non-spasial tidak memiliki propertiestopografi dasar lokasi. Dengan demikian, sebelum analisis SIG dapat dilakukan, diperlukan data tambahan untuk kemudian digabungkan ke dalam basis data geografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walupun demikian, untuk mengelola data dan informasi atribut di dalam SIG tidak semudah yang dibayangkan. Untuk melakukannya diperlukan pemahaman yang baik mengenai konsep-konsep sistem manajemen basi data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIG sebagai Basis Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baberapa DBMS menggunakan beberapa asumsi mengenai data-data yang ditanganinya. Untuk mengefektifkan penggunaan DBMS, maka asumsi-asumsi ini harus dipenuhi. Beberapa tipe DBMS lebih sesuai untuk SIG daripada tipe-tipe yang lain karena DBMS ini memiliki asumsi-asumsi yang sesuai untuk data spasial SIG yang bersangkutan. Pada umumnya, terdapat dua pendekatan untuk menggunakan DBMS di dalam SIG, yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.     Pendekatan solusi DBMS total. Pada pendekatan ini , semua data spasial dan non-spasial diakses melalui DBMS sehingga data-data tersebut harus memenuhi asumsi-asumsi yang telah ditentukan oleh perancang DBMS-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.     Pendekatan solusi kombinasi. Pada pendekatan ini, beberapa data (pada umumnya berupa tabel-tabel atribut berikut relasi-relasinya) diakses melalui DBMS karena data-data tersebut telah sesuai dengan modelnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem seperti ini biasanya mengandung dua sistem basis data yang secara khusus dirancang untuk data spasial (ARC pada Arc//Info), dan yang kedua untuk data non-spasial yang dikelola oleh sistem basis data yang khusus dirancang untuk data non-spasial (INFO pada Arc/Info).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Sistem Basis Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi DBMS sangatlah bervariasi, secara umum DBMS diartikan sebagai suatu program komputer yang digunakan untuk memasukkan, mengubah, menghapus, memanipulasi, dan memperoleh data / informasi dengan praktis dan efsien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan sistem yang berbasis kerta, DBMS memiliki 4 keunggulan:&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;·        Kepraktisan : Sistem yang berbasis kertas akan mengguankan kerta yang sangat banyak untuk menyimpan informasi, sedangkan DBMS menggunakan media penyimpan sekunder yang berukuran kecil tetapi padat informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Kecepatan : Mesin dapat mengambil atau mengubah data jauh lebih cepat daripada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Mengurangi kejemuan : Orang cenderung menjadi bosan kalau melakukan tindakan-tindakan berulang yang menggunakan tangan )misalnya harus mengganti suatu informasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Kekinian : Infomasi yang tersedia pada DBMS akan bersifat mutakhir dan akurat setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara lebih detail, keuntungan basis data terhadap sistem pemrosesan berkas adalah dalam hal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Kemubaziran data terkurangi&lt;br /&gt;·        Integritas data&lt;br /&gt;·        Independensi data&lt;br /&gt;·        Konsistensi data&lt;br /&gt;·        Berbagi data&lt;br /&gt;·        Sekuritas data&lt;br /&gt;·        Penggunaan data lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abstraksi Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendukung kepraktisan, DBMS menyediakan pandangan abstrak terhadap data bagi pengguna. DBMS berusaha menyembunyikan detail tentang bagaimanna data disimpan dan dipelihara. Namun tentu saja hal ini dilakukan dengan sedapat mungkin mengusahakan data agar dapat diakses secara efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abstraksi data dalam DBMS biasa dibagai menjadi tiga lapis, yaitu lapis fisis, lapis konseptual, dan lapis pengguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapis fisis merupakan lapis terendah dalam abstraksi data. Lapis ini menjelaskan bagaimana data sesungguhnya disimpan. Pada lapis ini struktur data dijabarkan secara rinci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapis konseptual bersifat lebih tinggi daripada lapis fisis. Lapis ini menjabarkan data apa saja yang sesungguhnya disimpan pada basis data, dan juga menjabarkan hubungan-hubungan antar data. Level ini biasa digunakan oleh Database Administrator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapis pengguna merupakan lapis tertinggi pada abstraksi data. Pada lapis ini apengguna hanya mengenal struktur data yang sederhana, yang berorientasi pada kebutuhan pengguna. Data yang dikenal oleh masing-masing pengguna dapat berbeda-beda dan barangkali hanya mencakup sebagian dari basis data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enterprise&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enterprise adalah bagian dunia nyata yang dimodelkan dengan menggunakan basis data. Bentuk entrprise dapat berupa individu atau badan hukum ynag menjalankan tugas-tugasnya sehubungan dengan aktivitasnya sehari-hari. Sebagian contoh enterprise adalah objek-objek yang penting seperti sekolah, perpustakan, rumah sakait, bank, dsb. Sedangkan aktivitas akademik, pengelolaan keuangan dalam toko, dan manajemen inventarisasi obat-obatan pada suatu apotik dapat disebut enterprise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enterprise Rules&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enteprise rules adalah aturan-aturan yang digunakan untuk mendefinisikan hubungan-hubungan (keterkaitan atau relasi) antara entity satu dengan lainnya (entity relationship) beserta operations-nya. Atau dengan kata lain, enteprise rules adalah aturan-aturan yang dipakai untuk menegaskan hubungan antar entitas. Penegasan ini sangat berguna di dalam melihat apakah suatu entity bersifat obligatory (harus ada) atau non-obligatory. Dengan demikian, enterprise rules sangat erat kaitannya dengan masalah-masalah model entity relationship dan tingkat relasi pada entity set dan proses normalisasi tabel-tabel basis data.&lt;br /&gt;Berikut adalah beberapa contoh enterprise berikut contoh enterprise rules-nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.     Enterprise Rumah sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Rumah sakit terdiri dari beberapa gedung&lt;br /&gt;·        Apotik menempati gedung tersendiri di dalam rumah sakit&lt;br /&gt;·        Setiap gedung terdiri dari beberpa ruang.&lt;br /&gt;·        Setiap ruang dapat menampung beberapa orang pasien&lt;br /&gt;·        Setiap pasein hanya dapat dilayanai oleh seorang dokter&lt;br /&gt;·        Setiap doketer dapat dibantu oleh beberapa asisten&lt;br /&gt;·        Setiap doketer dapat dibantu oleh beberapa perawat&lt;br /&gt;·        Dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.     Enterprise Aktivitas Perkuliahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Komplek sekolah (kampus) terdiri dari beberapa gedung&lt;br /&gt;·        Semua gedung perkuliahan dan administrasi terletak di dalam kompleks kampus.&lt;br /&gt;·        Setiap gedung hanya memiliki satu lantai&lt;br /&gt;·        Setiap gedung memiliki beberapa ruangan.&lt;br /&gt;·        Setiap ruang terletak di dalam gedung&lt;br /&gt;·        Setiap ruang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas perkuliahan secara bergantian.&lt;br /&gt;·        Dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh diagram ER hasil implementasi enterprise rules :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enterprise : aktivitas perkuliahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enterprise rules :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.     Setiap dosen harus mengajar minimal satu mata kuliah&lt;br /&gt;2.     Setiap mata kuliah harus memiliki seorang pengajar (dosen)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skeleton Table&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skeleton table adalah kumpulan tabel-tabel yang mnejelaskan hubungan antar entitas yang digunakan di dalam suatu enterprise. Tabel-tabel ini direpresentasikan dengan menggunakan nama-nama tabel tersebut, berikut fields yang dimilikinya. Hubungan antar tabel tersebut dapat diketahui dengan melihat field kunci (primary key dan foreign key) pada masing-masing tabelnya.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut merupakan contoh skeleton tables untuk enterprise aktivitas perkuliahan seperti di atas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Dosen (KdDosen, NmDosen, AlDosen, GlDosen)&lt;br /&gt;·        Mahasiswa (Nim, NmMhs, AlMhs)&lt;br /&gt;·        Gedung (KdGedung, NmGedung, LsGedung)&lt;br /&gt;·        Ruang (KdRuang, NmRuang, KdGedung)&lt;br /&gt;·        MataKuliah (KdMata, NmMata, Sks, KdRuang, KdDosen)&lt;br /&gt;·        NilaiKuliah (Nim, KdMata, Nilai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen-komponen Sistem Manajemen Basis Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut [HKBU20], sistem manajemen basis data dapat dibentuk dari  komponen-komponen sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data yang disimpan dalam basis data. Data ini mencakup data numerik dan non-numerik yang terdiri dari karakter, waktu, logika  dan data-data lain yang lebih kompleks seperti gambar dan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi standar yang disediakan oleh hampir semua semua DBMS. Operasi-operasi standard ini melengkapi pengguna dengan kemampuan dasar untuk memanipulasi data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DDL (data definition language) ynag merupakan bahasa yang digunakan untuk mendeskripsikan isi dan struktur basis data. Dengan demikian DDL, sebagai contoh, dapat digunakan untuk mendeskripsikan nama-nama atribut (ield), tipe data, lokasi di dalam basis data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DML (data manipulation language) atau bahasa query ini pada umumnya setara dengan bahasa pemrograman generasi ke 4 dan didukung oleh DBMS untuk membentuk perintah-perintah untuk masukan, keluaran, editing, analisis basis data. DML yang telah distandarisasikan disebut SQL (structure query language).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa pemrograman (programming tools). Disamping oleh perintah-perintah dan queries, basis data juga harus dapat diakses secara langsung oleh program-program aplikasi melalui function calls (atau subroutine calls) yang dimiliki oleh bahasa-bahasa pemrograman yang konvensional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur file. Setiap DBMS memiliki struktur internal yang digunakan untuk mengorgansiasikan data walaupun beberapa model data yang umum telah digunakan oleh sebagian besar DBMS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi Dasar Sistem Manajemen Basis Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem manajemen basis data memiliki peranan yang sangat penting di dalam SIG. Peranan ini sangat ditunjang oelh operasi-operasi dasara sistem pengelolaan basis data yang dimilikinya. Operasi-operasi dasar tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Membuat basis data (create database).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Menghapus basis data (drop database)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Membuat tabel basis data (create table)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Menghapus tabel basis data (drop table)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Mengsisi dan menyisipkan data (record) ke dalam tabel (insert)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Membaga dan mencari data (field atau record) dari tabel basis data (seek, find, search, retrieve).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Menampilkan basis data (display, browse)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Mengubah dan meng-edit data yang terdapat di dalam tabel basis data (update, edit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Menghapus data dari tabel basis data (delete, zap, pack)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Membuat indeks untuk setiap tabel basis data (create index).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model Basis Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model basis data menyatakan hubungan antar rekaman yang tersimpan dalam basis data. Beberapa literatur menggunakan istilah struktur data logis untuk menyatakan keadaan ini. Model dasar yang paling umum ada 3 macam, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.     hirarki&lt;br /&gt;2.     jaringan&lt;br /&gt;3.     relasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model yang lebih baru dikemabngkan oleh sejumlah periset, yang dapat disebut sebagai sistem pasca relasional, sedangkan yang lain benar-benar menggunakan pendekatan yang sama sekali berbeda. Beberapa nama yang sedang dikembangkan oleh para periset, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        DBMS deduktif&lt;br /&gt;·        DBMS pakar&lt;br /&gt;·        DBMS semantik&lt;br /&gt;·        DBMS berorinetasi objek&lt;br /&gt;·        DBMS relasional universal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa produk sistem berorientasi objek telah beredar di pasar, antara lain Open ODB Hawlett-Packarrd Corporation) dan Object Store (Object Design Corporation). Beberapa produk di lingkungan PC juga menuju ke arah ini .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model Hirarki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model hirarki biasa disebut model pohon, karena menyerupai pohon yang dibalik. Model ini menggunakan pola hubungan orang tua – anak. Setiap simpul (biasa sinyatakan dengan lingkaran atau kotak) menyatakan sekumpulan medan. Simpul yang terhubung ke simpul pada level di bawahnya disebut orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang tua bisa memiliki satu hubungan (1 : 1) atau beberapa anak (1 : M), tetapi setiap anak hanya memiliki satu orang tua. Simpul-simpul yang dibawahi oleh simpul orang tua disebut anak. Simpul orang tua yang tidak memiliki orang tua disebut akar. Simpul yang tidak memiliki anak disebut daun. Adapun hubungan antara anak dan orang tua disebut cabang. Beriktu memperlihatkan contoh model hirarki, yang terdiri atas 4 level dan 13 simpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada contoh diatas, A berkedudukan sebagai akar, dan berkedudukan sebagai orang tua dari simpul B, C, D, dan E. Keempat simpul yang disebutkan belakangan ini disebut sebagai anak simpaul A. C juga dapat berkedudukan sebagai orang tua , yaitu orang tua F dan G. Adapun simpul F, G, H, I, J, L, dan M disebut sebagai daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh produk DBMS yang menggunakan model hirarki adalah IMS (Information Management System) , yang dikembangkan oleh dua perusahaan IBM dan Rockwell International Corporation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model Jaringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model jaringan distandarisasi pada tahu 1971 oleh data base Task Group (DBTG). Itulah sebabnya disebut model DBTG. Model ini juga disebut model CODASYL (Conference on Data Systems Languages) , karena DBTG adalah bagian dari CODASYL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model ini menyerupai model hirarki, dengan perbedaan suatu simpul anak bisa memiliki lebih dari satu orang tua. Oleh karena sifatanya yang demikian, model ini dapat menyatakan hubungan 1 : 1, 1 : M , maupun N: M. Pada model jaringan orang tua disebut pemilik dan anak disebut anggota. Berikut gambarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh produk DBMS yang menggunakan model jaringan adalah CAIDMS/DB, dari Computer Associates International Inc. (sebelumnya dikenal sebagai IDMS – Integrated Database Management System – yang dikembangkan oelh Cullient Software Inc.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model Relasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model relasional merupakan model yang paling sederhana, sehingga mudah digunakan dan dipahami  oleh pengguna, serta merupakan yang paling populer saat ini. Model ini menggunakan sekumpulan tabel berdimensi dua (yang disebut relasi atau tabel), dengan masing-masing relasi tersusun atas tupel atau baris dan atribut. Relasi dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menghilangkan kemubaziran data dena menggunakan kunci tamu untuk berhubungan dengan relasi lain.  DBMS yang bermodelkan relasional biasa disebut RDBMS (Relational Database Management System).&lt;br /&gt;Gambar berikut memperlihatkan istilah relasi, baris, dan atribut dan padanannya dengan istilah-istilah lain yang populer dikalangan pemrogram dan sejumlah pengguna (terutama yang bekerja dengan SQL).&lt;br /&gt;Ada beberapa sifat yang melekat pada suatu relasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada tupel (baris) yang kembar&lt;br /&gt;Urutan tupel tidaklah penting (tupel-tupel dapat dipandang dalam sembarang urutan)&lt;br /&gt;Setiap atribut memiliki nama yang unik&lt;br /&gt;Letak atribut bebas (urutan atribut tidak penting)&lt;br /&gt;Setiap atribut memiliki nilai tunggal dan jenisnya sama untuk semua tupel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada model relasioanl, jumlah tupel suatu relasi disebut kardinalitas dan jumlah atribut sutau relasi disebut derajat (segree) atau terkadang disbut arity. Relasi yang berderajat satu (hanya memiliki satu atribut) disebut unary. Relasi yang berderajat dua disebut binary dan relasi yang berderajat tiga disebut ternary. Relasi yang berderajat n disebut n-ary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah lainnya yang terdapat pada model relasional adalah domain. Domain adalah himpunan nilai yang berlaku bagi sutau atribut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dikatakan di depan, tupel-tupel yang terdapat pada suatu relasi tidak ada yang kembar. Sesungguhnya bagian yang menyebabkan tidak adanya tupel yang kembar adalah yang disebut kunci primer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai model basis data yang paling terkenal di dalam DBMS, model relasioanl sengat sering dan banyak digunakan di dalam SIG. Beberapa DBMS yang menggunakan model basis data relasional adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.     dBase  (*.dbf)  digunakan oleh ArcView  GIS&lt;br /&gt;2.     dBase  (*.dbf)  digunakan oleh PC  Arc/Info, MapInfo dan SIG lain yang berbasiskan PC&lt;br /&gt;3.     INFO  digunakan didalam Arc/Info&lt;br /&gt;4.     Oracle  digunakan oleh Arc/Info, Geovision, MapInfo, dll.&lt;br /&gt;5.     Empress digunakan oleh System/9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan Model Basis Data Relasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model basis data relasional yang paling digunakan pada saat ini, karena memiliki kunggulan berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Model relasional merupakan model data yang lengkap secara matematis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Model relasional memiliki teori-teori yang solid untuk mendukung: accessibility (query), correctness (semantik aljabar relasional), predictability.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Fleksibilitas tinggi : model relasional secara jelas memisahkan model fisik dan lojik, sehingga dengan adanya decoupling (mengurangi ketergantungan antara komponen sistem) ini meningkatkan fleksibitiasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Integritas : batasan ini sangat berguna di dalam emmastikan bahwa perubahan struktur data / tabel tidak mengganggu keutuhan relasi-relasi di dalam basis data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Multiple views : model relasional dapat menyajikan secara langsung view yang berbeda dari basis data yang sama untuk pengguna yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Concurrency : hampir semua teori mengenai pengendalian transaksi simultan yang telah ada dibuat berdasarkan teori formalisme milik model relasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Model Basis Data Relasional dan SIG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan penekanan para perancang sistem SIG pada pendekatan basis data untuk penyimpanan koordinat-koordinat peta dijital telah memicu pengembangan dua pendekatan yang berbeda dalam mengimplementasikan basis data relasional di dalam SIG. Pengimplementasian basis data relasional ini didasarkan pada model data hybrid atau terintegrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model Data Hybrid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah awal pada pendekatan ini adalah pemahaman adanya dugaan atau pendapat bahwa mekanisme penyimpanan data yang optimal untuk informasi lokasi (spasial) di satu sisi, tetapi di dsisi yang lain, tidak optimal untuk informasi atribut (tematik). Berdasarkan hal ini, data kartografi digital disimpan di dalam sekumpulan files sistem operasi direct access untuk meningkatkan kecepatan input-output, sementara data atributnya disimpan did alam DBMS relasioanl lomersial yang standar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka perangkat lunak SIG bertugas mengelola hubungan (linkage) anatar files kartografi (lokasi) dan DBMS (data atribut) selama operas-operasi pemrosesan peta yang berbeda (misalnya overlay) berlangsung. Sementara digunakan beberapa pendekatan yang berbeda untuk penyimpanan data kartografi, mekanisme untuk menghubungkan dengan basis datanya tetap sama secara esensial, berdasarkan nomor pengenal (ID) yang unik yang disimpan di dalam sebuah tabel atribut basis data yang memungkinkannya tetap terkait dengan elemen-elemen peta yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model Data Terintegrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan modael data terintegrasi juga dideskripsikan sebagai pendekatan sistem pengelolaan basis data (DBMS) spasial, dengan SIG yang bertindak sebagai query processor. Kebanyakan implementasinya pada saat ini adalah bentuk topologi vektor dengan tabel-tabel relasional yang menyimpan data-data koordinat peta (titik, nodes, segmen garis, dl.) bersama dengan tabel lain yang berisi informasi topologi. Data-data atribut disimpan di dalam tabel-tabel yang sama sebagai basis data map feature (tabel internal atau abel yang dibuat secara otomatis) atau disimpan di dalam tabel-tabel yang terpisah dan dapat diakses melalui operasi relasioanl “JOIN”.&lt;br /&gt; Aspek lain  didalam penanganan basis data spasial yang bervolume besar adalah kebutuhan mengenai konversi informasi koordinat dua dimensi menjadi kunci-kunci spasial satu  dimensi yang dapat disimpan sebagai kolom-kolom (fields) tael basis data (sebagai contoh sejumlah nilai koordinat pada tabel garis dapat dijadikan sebagai satu string panjang di dalam satu kolom (field) koordinat). Kemudian kunci-kunci ini dapat diindekskan untuk mempercepat pemanggilan elemen-elemen peta yang bersangkutan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17953307-112955943801017492?l=anawinaldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anawinaldi.blogspot.com/feeds/112955943801017492/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17953307&amp;postID=112955943801017492' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112955943801017492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112955943801017492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anawinaldi.blogspot.com/2005/10/tutorial-mapinfo-basis-data.html' title='Tutorial MapInfo - Basis Data'/><author><name>Wiwin Winaldi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05462216199722523446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17953307.post-112955935117422383</id><published>2005-10-17T21:27:00.000+07:00</published><updated>2005-10-17T21:29:11.180+07:00</updated><title type='text'>Tutorial MapInfo - Workspace dan Query</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Workspace adalah ruang kerja untuk melakukan pemanipulasiaan terhadap gambar peta dengan datanya, hal ini diaplikasikan dalam bentuk suatu file yang dikenal yang telah dibahas pada bab V (bentuk file table). Untuk bekerja pada file yang dimaksud, maka harus menjalankan software SIG (MapInfo) seperti pada gambar berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya diarahkan ke posisi Open a Workspace, jika seandainya telah tersimpan sebelumnya suatu peta dan data dalam directory. Atau dapat diarahkan pada Open a Table untuk memilih-milih layer-layer apa saja yang dibutuhkan untuk ditampilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Tabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bekerja pada MapInfo umumnya harus dimulai dengan membuka tabel. Table-tabel ini berisi unformasi yang telah disiapkan sebelumnya. Tabel yang memeiliki objek grafis dapat ditampilkan pada Window. Window-window tersebut adalah tampilan window peta tampilan window browser, dan tampilan window grafik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tabel yang dibuka tidak memiliki objek grafis, maka tampilan yang akan terlihat hanya berupa window browser. Untuk memasukkannya ke dalam window peta digunakan proses digitasi untuk selanjutnya di Geocode.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun tabel pada MapInfo terdiri atas dua atau lebih komponen file (status.tab, status.dat, status.ma , dll.), hanya file *.tab saja yang akan dimunculkan pada box File Name dari Open Table Dialog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MapInfo memberikan pengontrolan tampilan tabel, dengan menggunakan Preffered View list Box pada Tabel Open Dialog, sehingga dapat ditampilkan spesifikasi yang dibutuhkan seperti  berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Automatic : MapInfo memilih tampilan yang paling efektif. Jika data dalam bentuk peta (seperti objek grafik yang dilampirkan pada data) contoh MapInfo membuka Table pada Map Window. Jika Map Window telah ditampilkan dan Table yang akan ditampilkan telah dipetakan, MapInfor secara otomatis akan membuka table pada MapInfo yang dimaksud. Jika data tidak dalam bentuk peta, MapInfo akan mencoba membuka table pada browser window . Jika table tidak dapat dipetakan dan dibrowser, MapInfo akan membuka tabel dengan menggunakan No View Option.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Browser : MapInfo akan membuka table pada browser window tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Current Mapper : MapInfo menambahkan data pada current map window tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        New Mapper : MapInfo membuka table menggunakan new Map windows.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        No View : MapInfo embuka table, tapi tidak ada data yang ditampilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dilihat pada gambar berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa memperhatikan bentuk data, dari lima referensi pilihan tampilan hanya Automatic dan No View akan bekerja pada table. MapInfo akan membuka table menurut spesifikasi melalui browser, Current mapper, dan New Mapper. Jika tidak, table akan dibuka menurut aturan berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Jika Current Mapper dipilih, dan tidak ada Map Window yang ditampilkan, MapInfo akan mencoba membuka table melalui new Map window&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Jika Current Mapper atau New Mapper dipilih dan data tidak berbentuk peta, MapInfo akan mencoba membuka table melalui Browser Window.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Jika table tidak dapat dipetakan atau dibrowser, MapInfo akan membuka table menggunakan No View Option.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menampilkan Informasi Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menampilkan suatu informasi tentang lokasi pada peta kerja nantinya, maka dapat menggunakan tombol info pada papan tombol utama, yang dapat dengan mudah menampilkan informasi yang dibutuhkan. Klik Info pada papan tombol utama, pindahkan kursor pada titik atau daerah yang dikehendaki pada peta kerja, sesaat kemudian akan tampil pada layar bawah informasi yang tersedia. Jika dilakukan klik lokasi yang memiliki lebih dari satu tabel, pada jendela info akan terdapat urutan tabel yang tersedia. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dari peta tabel tersebut, maka dilakukan klik pada nama tabel yang dipilih dan seluruh data pada tabel yang dimaksud akan segera ditampilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menutup Tabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menutup tabel-tabel yang sedang aktif, pilih perintah tutup (Close) pada menu file. Tersedi pula dua pilihan perintah tutup, yaitu menutup seluruh tabel kerja klik perintah Close All. Layar akan bersih kembali dan siap untuk membuat peta kerja yang baru. Perintah Close Table , yang digunakan pada saat ditutup satu tabel yang sedang aktif dan tetap bekerja pada peta kerja semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah tutup tabel ini berbeda dengan perintah tutup window. Dengan menutup window sebuah tabel tidak berarti menutup sebuah tabel. Tabel tetap disimpan pada peta kerja (directory) yang sewaktu-waktu dapat dipanggil kembali. Menutup tabel berarti menutup tabel dari peta kerja dan tidak diikut sertakan dalam susunan tabel kerja sementara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mencetak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat dianggap perlu mencetak hasil yang telah dikerjakan, perintah print pada menu file segera mencetak tayangan yang diinginkan. Gunakan Print Setup untuk mengubah tata letak dan kualitas hasil kerja.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Query&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Query adalah kata lain untuk pertanyaan. Dalam pengertian seleksi, dapat dimiliki tabel informasi dan menanyakan MapInfo untuk memilih susunan data dari tabel tersebut, berikut contohnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Operator dapat mengetahui nama-nama kota yang ada di Indonesia&lt;br /&gt;·        Opearator dapat mengetahui nama-nama Kodya dan lokasinya&lt;br /&gt;·        Operator dapat mengetahui seluruh nama-nama kota yang ada di Propinsi tertentu di Indonesia&lt;br /&gt;·        Dan informasi yang lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah Select&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah Select memberi kesempatan untuk mengubah susunan sebuah tabel. Select juga memberi kesempatan untuk memilih data serta objek-objek dari tabel berdasarkan atributnya. Kemudian dapat digunakan untuk memilih objek yang berada di window peta kerja atau window browser yang memnuhi kriteri tertentu (query). Juga dapat dibuat tabel baru yang dapat dilihat-lihat, peta atau grafik seperti tabel lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya dengan merumuskan pertanyaan dalam dialog Select, dapat digunakan perintah dalam MapInfo untuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Mencari informasi tentang kota mana saja yang termasuk dalam Class 1&lt;br /&gt;·        Mencari Informasi data-data kelurahan, kecamatan, kabupaten dan lain-lain&lt;br /&gt;·        Ingin diketahui nama-nama seluruh kecamatan yang ada di salah satu kabupaten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila bekerja dengan menggunakan window browser , MapInfo menyorot data-data yang memenuhi kriteria yang telah dipilih. Apabila diguakan window peta kerja, objek grafis dari data yang dipilih akan disorot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiak digunakan keduanya, objek grafis dan data dalam window tabel browser tersebut akan disorot. Di setiap kasus, MapInfo secara otomatis membuat tabel sementara yang disebut selection yang berisi hasil dari pertanyaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dapat melihat-lihat, emmbuat peta atau membuat grafik dari tabel tersebut seperti halnya dengan tabel-tabel lain. Tabel tersebut juag dapat disimpan sebagai tabel yang terpisah dengan menggunakan Save Copy As.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Untuk melaksanakan Select Query, harus dibuat suatu pertanyaan. Expression adalah suatu pertanyaan logis yang digunakan untuk menanyakan pertanyaan tersebut. Contohnya , ingin diketahui nama-nama kota yang ada di salah satu kabupaten. Cara penulisannya adalah “ Kota.obj  within Kabupaten.obj And Kabupaten.Kabupaten_Name = “Kod. Bandung”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MapInfo akan mencari tabel  Kota untuk seluruh data agar memnuhi kondisi tesebut dan menyimpan data dalam tabel sementara yang dapat dilihat-lihat. Juga dapat dilakukan fungsi matematik pada tabel tersebut. Contohnya, diinginkan  membuat tabel sementara dari seluruh Nama Kabupaten yang ada di Jawa Barat. Dapat digunakan pertanyaan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Pertama kali tentukan Select tabelnya = Map_Jabar (misal) dan tentukan field Kab_No , kemudian tentukan ekspresinya sebagai berikut :  Kab_No &gt;= 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat dua cara untuk membuat ekspresi. Metode pertama yaitu, mengetik pernyataan yang sangat sederhana, metode ini biasanya lebih cepat. Metode kedua yaitu menekan tombol Asssist dalam dialog Select dan membuat pernyataan dengan menggunakan bantuan menu pada Expression Dialog. Metode ini berguna khususnya, apabila ingin membuat pernyataan yang sangat rumit. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17953307-112955935117422383?l=anawinaldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anawinaldi.blogspot.com/feeds/112955935117422383/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17953307&amp;postID=112955935117422383' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112955935117422383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112955935117422383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anawinaldi.blogspot.com/2005/10/tutorial-mapinfo-workspace-dan-query.html' title='Tutorial MapInfo - Workspace dan Query'/><author><name>Wiwin Winaldi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05462216199722523446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17953307.post-112955924172965421</id><published>2005-10-17T21:26:00.000+07:00</published><updated>2005-10-17T21:27:21.736+07:00</updated><title type='text'>Tutorial MapInfo - Software SIG</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MapInfo adalah salah satu software pengolah Sistem Informasi Geografi (SIG). MapInfo diminati oleh pemakai SIG karena mempunyai karakteristik yang menarik, seperti mudah digunakan, harga relatif murah, tampilan interaktif, user frendly dan dapat dicustomized menggunakan bahasa skrip yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan peta di MapInfo dapat diilustrasikan secara analog. Dalam MapInfo suatu “table” dapat digambarkan sebagai satu lembar (sheet) dari suatu film dan suatu komposisi peta di MapInfo merupakan gabungan dari beberapa lembar (sheet) film tersebut yang disusun secara bertumpuk. Istilah yang umum digunakan untuk susunan tersebut adalah “layering”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap lembar (sheet) merupakan layer yang dapat digabungkan dan di-matchkan untuk membentuk suatu peta, sehingga dapat dilakukan analisis dari peta yang terbentuk tersebut. Satu hal yang perlu diingat adalah ketika MapInfo melakukan “redraw” peta, MapInfo akan melakukan redraw dari layer yang tersusun paling bawah kemudian ke layer di atasnya, dan sebaliknya jika ingin diketahui informasi dari suatu peta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik  MapInfo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Graphical User Interface yang bersifat umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;User interface dari GUI  versi MapInfo adalah identik dan dapat terbaca pada semua platform yang disupport oleh MapInfo. Sehingga user dapat dengan leluasa membuka data pada sistem (platform) yang berlainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Table structure&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Struktur data binary MapInfo adalah identik dengan semua platform yang disupport oleh MapInfo. Data dapat dibuka dan dibaca oleh platform yang berbeda, dan dapat didstribusikan melalui network ke user lain tanpa diterjemahkan terlebih dahulu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Grafik yang dintegrasikan dengan basis data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Istilah yang paling tepat untuk menggambarkan MapInfo adalah “geographic or graphic database”. MapInfo menggunakan basis data tekstual yang diintegrasikan dengan data grafiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basis Data atau Map Selection&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Dengan adanya integrasi grafik dengan basis datanya di MapInfo, maka informasi dapat diketahui melalui seleksi basis data atau seleksi grafiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basis Data, Map atau Graph Analysis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     MapInfo menyediakan tiga jenis windows yang dapat menampilkan data anda. “Map Window” menampilkan data dalam format peta, The Browser window menampilkan data non-grafik dalam kolom dan baris, mirip dengan spreadsheets, dan the Browse merupakan perintah untuk menampilkan dan mengedit basis data. The Grapher window menampilkan data diagram dalam beberapa format, seperti Pie, Stacked Bar, 3D Bar, Area and X-Y graphs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menampilkan Raster sebagai Background bagi Vector&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Image raster, seperti foto udara, peta hasil scan atau citra satelit dapat digunakan sebagai backgound peta (vektor). Sehingga penyajian peta akan tampak lebih baik dan presisi dengan detail yang match dengan raster sebagai backgorund. Dalam MapInfo juga dapat melakukan “heads up” digitizing dengan mentrace feature pada raster untuk menghasilkan feture vektor yang dapat diintegrasikan dengan basis data di MapInfo. Image raster dari aplikasi bitmap atau aplikasi lainnya juga dapat digunakan untuk menampilkan logo perusahaan di MapInfo. Beberapa format raster yang dapat dibaca oleh MapInfo dapat dilihat pada tabel berikut :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;File  Format&lt;br /&gt;File  Extension&lt;br /&gt;Byte Interleave Format&lt;br /&gt;*.BIL&lt;br /&gt;Windows TM Bitmap&lt;br /&gt;*.BMP&lt;br /&gt;Compuserve ® Garphics Interchange File&lt;br /&gt;*.GIF&lt;br /&gt;Joint Photographic Experts Group (JPEG) format&lt;br /&gt;*.JPG&lt;br /&gt;Windows TM  Picture format&lt;br /&gt;*.PCX&lt;br /&gt;Targa Fiel Format&lt;br /&gt;*.TGA&lt;br /&gt;Tagged Image File Format (TIFF)&lt;br /&gt;*.TIF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Support untuk region yang luas dan object Polyline&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     MapInfo dapat mensupport region dan polyline yang mencapai 32.767 segments, sehingga dapat dibuat dan menyimpan informasi geografi yang kompleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hot Views&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     MapInfo dapat melakukan update data dari satu window yang akan berpengaruh terhadap data pada window lainnya. Sebagai contoh, jika akan menseleksi informasi pada browser (window MapInfo yang menampilkan tabel dalam baris dan kolom) maka grafik pada “Map window” yang berkorespondensi dengan informasi pada browser akan terseleksi pula. Dan dapat dilakukan updating dari salah satu window ini .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SQL Selection&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Dapat memilih dan mengkorelasikan beberapa basis data dengan menggunakan structured query language (SQL). Fasilitas ini berguna untuk mempbuat query yang kompleks dari basis data grafik dan non-grafik yang berhubungan. SQL ini merupakan msein basis data di MapInfo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geocoding&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geocoding adalah kemampuan untuk me-match data tekstual dengan komponen geografik terhadap lokasi fisik dari suatu peta. Contoh : sebuah perusahaan melakukan geocoding pada basis data klien-nya dengan basis data jaringan jalan untuk kepentingan analisis pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Windows Bitmap atau Metafile export&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Beberapa window pada MapInfo, apakah itu browser window, Map window dapat di export ke format Windows bitmap atau Metafile agar dapat digunakan untuk apliaksi windows lainnya. Seperti word processors, spreadsheets, paint programs atau desktop publishers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Import / Export Utilities&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     MapInfo menyediakan beberapa fungsi untuk meng-import dan meng-export data. Dengan demikian dapat dibuka data grafik dan data tekstual dengan aplikasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ODBC Table Support&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     MapInfo menyediakan interface untuk ODBC. Dengan interface ini, user dapat menggunakan program basis data seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oracle 8i&lt;br /&gt;Sybase 10.x&lt;br /&gt;DB2/2&lt;br /&gt;Access 2.0 , 7.0&lt;br /&gt;SQL Server&lt;br /&gt;Gupta SQL Base&lt;br /&gt;Etc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OLE 2.0 Compliant&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Windows-windows dari mapInfo dapat dibuka dan diedit dalam aplikasi Microsoft seperti Word 6+, Excel 5+ (dan beberapa software yang mempunyai kemampuan OLE 2.0).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koneksi ke Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Aplikasi yang dibuat dengan MapInfo pada saat ini telah dapat ditampilkan dan diakses melalui jaringan internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi terbaru MapInfo saat ini adalah versi 7.0. (pada saat diktat ini ditulis) serta menjual produk tambahan secara terpisah. Modul-modul tersebut diantarnya adalah MapBasic (bahasa skrip untuk mengoptimalkan unjuk kerja aplikasi SIG yang menggunakan MapInfo), MapX (komponen perangkat lunak yang dapat diintegrasikan dengan salah satu bahasa pemrograman komputer untuk membangun aplikasi SIG yang berkemampuan setara dengan kemampuan MapInfo), MapXTreme (MapX untuk aplikasi SIG yang terkoneksi dengan jaringan internet ) dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instalasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem yang dibutuhkan untuk proses instalasi MapInfo sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem operasi Windows 95/98&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;     Memory : MapInfo versi 4.0 membutuhkan 8 MB RAM dengan PC minimum 486&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;     Space disk : Software MapInfo sebesar 5.5 MB. Untuk instalasi standar dibutuhkan 19.5 MB dengan space untuk data adalah 4 MB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Monitor : VGA atau yang memiliki resolusi yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Windows NT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Memory : MapInfo versi 4.0 membutuhkan 8 MB RAM dengan PC minimum 486&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;     Space disk : Software MapInfo sebesar 5.5 MB. Untuk instalasi standar dibutuhkan 19.5 MB dengan space untuk data adalah 4 MB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Monitor : VGA atau yang memiliki resolusi yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Windows 2000/ XP Profesional / XP Home&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Memory : MapInfo versi 6.0, 6.5 dan 7.0 membutuhkan minimum 32 MB RAM&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;     Space disk : disesuaikan dengan setiap komponen pada proses instalasi.&lt;br /&gt;     Monitor : 16 atau 24 bit color SVGA atau yang memiliki resolusi yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum melakukan instalasi, sebaiknya tulis terlebih dahulu serial number-nya. Jika komputer dilengkapi modem, pastikan form informasi registrasi elektronik telah diisi dan mengirimkannnya ke MapInfo Corporation. Setelah dikirim, maka MapInfo Corporation akan mengirimkan data ke file secara gratis. Jika Installer MapInfo Profesional 6.0 mendeteksi bahwa MapInfo Profesional versi lain telah terinstal, maka selanjutnya akan mengkopi MAPINFO.WOR, STARTUP.WOR dan MAPINFO.PRF dari direktori operasi sistem ke &lt;user&gt; \ ApplicationData \ MapInfo \ MapInfo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diinginkan menginstal MapBasic, langkah pertama adalah menginstal MapInfo terlebih dahulu ke sistem komputer. Jika windows configuration anda tidak memiliki MapInfo program group, proses instalasi akan dimulai dengan meng-create program group, selanjutnya proses instalasi akan meng-create MapInfo icon pada group. Proses instalasi akan berlangsung secara otomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe Setup akan ditampilkan : Tipikal Workstation adalah yang palung banyak digunakan oleh user, Cutom Installation cocok digunakan bagi advanced user, dan network installation di desain bagi administrator jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipikal Instalasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Typical Workstation Installation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Instalasi ini dipilih untuk menginstal MapInfo Profesional program files, Online Help, Tools, Universal Translator, dan Crystal Report. Untuk ArchLink tidak dipilih. Untuk menginstal Typical Workstation :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilih Typical Workstation Installation, Folder tujuan akan ditampilkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilih Next jika folder tujuan telah diterima dan melanjutnkan proses instalasi, atau pilih Change untuk mengubah folder tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan instalasi ditampilkan, klik instal untuk memulai proses instalasi. Klik Back untuk kembali ke tampilan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Progress proses instalasi akan ditampilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan ditampilkan Instalasi Complete, Pilih Finish untuk kembali ke tampilan Install Product.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Costum Workstation Installation&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;     Pilih proses instalasi ini untuk memeilih komponen MapInfo Profesional 6.0 yang akan diinstal. Untuk melakukan Custom Instalasi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.     Pilih Custom Installation, Custom SetUp ditampilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.     Pilihan untuk Custom SetUp ditampilkan termasuk  didalamnya adalah MapInfo Profesional, Tools Translator, dan Help Files. Setiap fitur diberikan gambaran dan juga diberitahu space disk yang dibutuhkan. Klik pada icon feature untuk menginstal fitur tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Network Installation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Pilih jenis instalasi ini, jika akan digunakan untuk Administrator Jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menginstal Network Instalasi  pilih Network Installation. Akan ditampilkan Screen Administrator Selection termasuk di dalamnya adalah option untuk setup jaringan, yaitu MapInfo Profrsional, Tools, Translator, dan File Help. Setiap fitur diberikan gambaran dan diberitahu space disk yang dibutuhkan. Klik pada icon untuk menginstal fitur yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instal Driver  ODBC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin menggunakan konektivitas MapInfo remote database dan menginstal tambahan driver ODBC, maka klik ‘Yes’. Untuk mengetahui informasi lenih lanjut tentang cara mengakses remote database MapInfo, klik File &gt; Open ODBC table pada MapInfo Reference. Selanjutnya utnuk menginstall DBMS sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.     Pilih Install Product dari MapInfo CD Browser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.     Pilih DBMS Support. MapInfo akan menampilkan RDBMS Support dalam dua pilihan, yaitu DBMS Support dan Install  IUS Driver.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.     Pilih Next untuk melanjutkan proses instalasi. Informasi License akan ditampilkan. Pilih ‘Yes’ untuk menerima pernyataan dan melanjutkan proses instalasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.     Select Component ditampilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Ditampilkan kotak dialog pilihan lokasi tujuan yang merupakan indikasi temapt MapInfo telah terinstal. Pilih Browse button untuk menampilkan kotak dialog Folder yang dipilih. Klik next untuk melanjutkan proses instalasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.     Selanjutnya, ditampilkan komponen yang akan dipilih. Klik komponen mana yang akan diinstal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MapInfo DBC Connectivity Support : pilih option ini untuk menginstal MapInfo yang mendukung OpenDatabase Connectivity.&lt;br /&gt;Oracle8i  Spatial Object Support For MapInfo : Pilih option ini untuk menginstal MapInfo yang mendukung Oracle8i Spatial Object. Anda perlu menginstal Oracle Client versi 8.1.5 untuk menjalankan fungsi ini.&lt;br /&gt;MapInfo DAO (Microsoft Access) Support : pilih option ini untuk menginstal MapInfo yang mendukung table pada Microsoft Access. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.     Akan ditampilkan Folder Program&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.     MDAC-DAO_ODBC installer ditempatkan pada direktori yang telah dipilih pada langkah keenam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.     Akan ditampilkan MDAC-DAO-ODBC Welcome, selanjutnya pilih Next.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.     Akan ditampilkan komponen yang dipilih. Klik margin kiri dari list bountuk memilih driver. Untuk membatalkan pilihan, clear-kan tanda check pada margin. Akan ditampilkan informasi space disk yang dibutuhkan untuk ODBC/MDAC. Selanjtunya, pilih Next.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Dialog Install Shield Wizard akan ditampilkan. Klik Finish untuk mengakhiri SetUp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Mapping&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menggunakan MapInfo, dibutuhkan file yang terdiri atas record dan peta yang berasal dari MapInfo atau dibuat sendiri. MapInfo mampu mengorganisasikan semua informasi tersebut baik berupa tekstual dan grafik dalam bentuk table. Setiap table merupakan files MapInfo Group yang menyusun file map lainnya atau basis data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika file data di MapInfo dibuka, MapInfo membuat table. Table ini terdiri atas sedikitnya dua file terpisah. File pertama terdiri atas struktur data. File kedua terdiri atas data mentah. Semua table pada MapInfo akan memiliki dua tipe file di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;File.tab : file ini menggambarkan struktur dari table yang berupa file text kecil menggambarkan format file yang ada pada data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;File.dat atau File.wks . dbf, xls : file ini merupakan isi dari tabulator data. Jika bekerja dengan dBase / Foxbase, delimited ASCII, Lotus 123 atau Microsoft Excel, MapInfo table akan terdiri atas file a.tab dan data. Untuk raster table extension ekuivalen dengan bmp, tif  atau  gif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data dapat berupa objek grafik. Ketika koordinat X dan Y ditentukan pada record data, table akan juga terdiri atas object grafik. Jika grafik objek telah ada pada tabel, akan didapatkan dua file tambahan yang diasosiasikan dengan table :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;File.map : ini menggambarkan object grafik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;File.id : file ini adalah refrensi silang yang menghubungkan data dengan object.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel juga memungkinkan untuk memasukkan file index. File index memungkinkan untuk proses pencarian object pada peta dengan menggunakan perintah find. Jika ingin menggunakan alamat, kota atau provinsi menggunakan perintah find maka field tersebut terlebih dahulu harus diberi index pada table. Index ditempatkan pada file.ind.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17953307-112955924172965421?l=anawinaldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.winaldi.blogspot.com' title='Tutorial MapInfo - Software SIG'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anawinaldi.blogspot.com/feeds/112955924172965421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17953307&amp;postID=112955924172965421' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112955924172965421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112955924172965421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anawinaldi.blogspot.com/2005/10/tutorial-mapinfo-software-sig.html' title='Tutorial MapInfo - Software SIG'/><author><name>Wiwin Winaldi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05462216199722523446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17953307.post-112955912145269730</id><published>2005-10-17T21:24:00.000+07:00</published><updated>2005-10-17T21:25:21.460+07:00</updated><title type='text'>Tutorial MapInfo - Data Sumber</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari definisi-definisi SIG yang telah diuraikan, maka dapat diuraikan lebih lanjut menjadi subsistem / perangkat SIG sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.     Data Input &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subsistem ini bertugas untuk mengumpulkan dan mempersiapkan data spasial dan atribut dari berbagai sumber. Subsistem ini pula yang bertanggungjawab dalam mengkonversi atau mentransformasikan format-format data-data aslinya ke dalam format yang dapat digunakan oleh SIG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.     Data Output&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subsistem ini menampilkan atau menghasilkan keluaran seluruh atau sebagian basis data baik dalam bentuk softcopy maupun bentuk hardcopy seperti : tabel, grafik, peta dll.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.     Data Management&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subsistem ini mengorganisasikan baik data spasial maupun atribut ke dalam sebuah basis data sedemikian rupa sehinga udah dipanggil, diupgrade, dan di-edit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.     Data Manipulation &amp; Analysis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subsistem ini menentukan informasi-informasi yang dapat dihasilkan oleh SIG. Selain itu, subsistem ini juga melakukan nipulasi dan pemodelan data untuk menghasilkan informasi yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika subsistem subsistem SIG diatas diperjelas berdasarkan uraian jenis masukan , proses, dan jenis keluaran yang ada didalamnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terbentuknya basis data beserta komponen-komponen analisa yang diambil dari layer-layer yang telah dibentuk, maka aplikasi dan keluaran yang diinginkan dapat disesuaikan dengan konsep basis data pertama dibuat. Hal ini  untuk menentukan data sumber yang akan digunakan sebagai representasi peta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dilihat dari data yang manunjang keberhasilan SIG, maka perlu kiranya mengenal beberapa bentuk data untuk menentukan kualitas dari data yang akan diperoleh berikutnya. Hal ini dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data spasial, yaitu data yang berhubungan dengan ruang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk-bentuk data spasial dibagi dalam empat kelompok yang mempunyai format masing-masing sesuai dengan bentuk data digital yang dapat digunakan dalam pembentukan SIG. Keempat data spasial tersebut antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik posisi  dengan format : sepasang koordinat (x,y) dengan tanpa mempunyai dimensi panjang dan luas (area)&lt;br /&gt;Garis dengan format : kumpulan pasangan-pasangan koordinat yang mempunyai titik awal dan titik akhir , serta mempunyai dimensi panjang tapi tidak mempunyai luas&lt;br /&gt;Area (poligon) dengan format : kumpulan pasangan-pasangan koordinat yang mempunyai titik awal dan titik akhir yang sama, serta mempunyai dimensi panjang dan luas.&lt;br /&gt;Permukaan (surface) dengan format : area dengan besara (X,Y,Z) serta mempunyai dimensi luas, panjang dan ketinggian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data deskriptif, yaitu data baik numerik, tabulasi dan deskripsi yang mempunyai hubungan dengan data spasialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Sedang bentuk-bentuk data diskriptif dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok yang mempunyai format tertentu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Formulir dan daftar dalam bentuk list dengan format : kode, alphabetik, kode alfanumerik dan angka-angka.&lt;br /&gt;·        Laporan lengkap dengan format : kata, kalimat dan keterangan lainnya.&lt;br /&gt;·        Keterangan gambar (grafis) dengan format : kata, angka, keterangan petunjuk liputan area, keterangan simbol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data Digital untuk SIG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan data digital yang akan digunakan sebagai masukan SIG, maka dapat dikategorikan menjadi enam macam sebagi data sumber SIG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.     CAD sistem, umumnya memasukkan data grafis seperti peta, gambar-gambar konstruksi dan yang sejenis lainnya yang dibuat dengan bantuan komputer dalam hal konstruksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.     Digital dan scanning dengan alat digitasi maupun scanner, data grafis yang berupa peta, data spasial maupun gambar-gambar konstruksi di digit atau di scan dan kemudian di masukkan dalam bentuk vektor data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.     Sistem inderaja, data satelit, foto udara dimasukkan dengan melalui image processing dan akan menghasilkan data citra dalam bentuk raster dan data SIG yang berupa grid sel. Setelah melalaui proses stereo matching (jika citranya memenuhi syarat), maka data DEM maupun DTM kemungkinan akan diperoleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.     DBMS sistem, pembuatan basis data dengan adanyadata-data tabulr danpembentukan basis dataseai denga hirarki, hubungan alamat file yang bersangkutan terutama dengan data spasialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.     Sistem pengolah kata (word), pemasukan data-data berupa teks, dokumen, bibliografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.     Video serta laser sistem, adanya teknologi CCD dan laser digital, sehingga semua data yang terlihat mata dapat di rekam dengan teknologi video digital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua data-data tersebut diatas adalah data yang telah dikonversikan ke dalam bentuk digital dan yang setiap saat dapat digunakan sebagai data masukan untuk membentuk suatu sistem informasi geografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diatas telah disebutkan secara umum, dasar dan poko-pokok serta komponen-komponen SIG yang dianggap penting untuk diketahui agar pembangunan SIG dapat direncankan sebaiknya. Selanjutnya aspek-aspek spasial yang bagaimana sebaiknya digunakan serta formatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek Spasial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta sebagai produk yang mempunyai hubungan geografi yang sangat jelas antara unsur-unsurnya telah banyak diketahui. Komponen peta itu, yaitu : data spasial seperti yang telah disebutkan terdahulu adalah titik, garis, area dan adanya ketinggian sebagai komponen permukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta itu sendiri menyimpan data dan menyajikan data sekaligus, tapi jika peta sebagai data spasial digunakan untuk SIG, antara menyimpan data dan menyajikan data adalah dua hal yang sangat berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam SIG,  data spasial disimpan dengan detail yang sangat tinggi ketelitiannya dan akan disajikan tidak seperti peta apa yang disimpan dan itu yang disajikan. Namun akan disajikan sesuai dengan tingkat kebutuhannya, sehingga tingkat detail maupun skalanya sangat bervariasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dalam peta, ketiga komponen spasial (titik, garis, area) pada data digital untuk SIG mempunyai karakteristik yang mencakup:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi geografisnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Posisi geografi dari suatu unsur haruslah bersifat unik, setiap unsur spasial di bumi (titik, garis, area) hanya kana merujuk pada data lokasi yang dimilikinya saja. Dalam hal ini apa yang disebut koordinat proyeksi maupun koordinat geografi. Untuk proses pembentukan SIG sistem koordinat adalah yang paling menentukan ketepatan hubungan tiap-tiap unsur spasialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Tiap data SIG memerlukan data yang referensi geografi yang sama dan ini perlu, karena semua data yang lain harus terletak pada suatu sistem yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atributnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Untuk menerangkan apa saja yang ditunjukkan oelh data spasialnya, pemberian keterangan atribut untuk masing-masing unsur spasial tersebut dipandang perlu. Dengan adanya atribut spasialnya, unsur-unsur yang disajikan tersebut dapat dikenali dan dapat memberikan kejelasan fungsi dan sifatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Spasial masing-masing Unsur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Hubungan antara masing-masing unsur spasial perlu, jika pelaksanaan analisa suatu fenomena dilaksanakan. Dengan mengetahui lokasi geografi dari masing-masing unsur-unsur pada cakupan area tertentu.  Pemilihan keputusan untuk suatu tujuan dapat terlaksana dengan baik dengan mempertimbangkan efek-efek yang timbul akibat perubahan satu unsur tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Jika analisa suatu kasus yang memerlukan data yang selalu berbeda saat kejadiannya. Waktu terjadinya adalah merupakan suatu besaran yang sangat menetukan. Jadi dengan adanya data yang mempunyai kejadian waktu yang selalu berbeda, perubahan serta arah perubahan dapat diprediksi sedini mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu dengan adanya keempat komponen ini, dan jika digunakan seluruhnya maka akan terjadi keadaan yang sangat kompleks. Dengan pemilihan unsur-unsur yang sesuai dengan analisa yang diinginkan ke komleksitasan SIG yang akan dibuat dapat disederhanakan tanpa mengurangi tujuan utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkodean Data dan Pemrosesan Input&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data masukan untuk SIG pada umumnya memerlukan berbagai format, termasuk data grafik, informasi non-spasial. Data masukan ini meliputi semua aspek transformasi data, sering data yang dibutuhkan di peroleh secara manual atau  secara digit sebelum diberi kode.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama pengumpulan data sedapat mungkin diperoleh informasi yang relevan untuk setiap tipe data sejauh mungkin dapat diketahui, tingkat ketepatan, kebenaran dan karakteristik keruangannya. Berbagai variasi dari cara pemrosesan awal, sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§  Konversi format&lt;br /&gt;§  Penyusunan kembali dan generalisasi data&lt;br /&gt;§  Seleksi kesalahan dan pengeditan&lt;br /&gt;§  Penggabungan titik menjadi garis dan garis menjadi poligon&lt;br /&gt;§  Penyusunan batas&lt;br /&gt;§  Rektifikasi dan registrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konversi meliputi dua hal berbeda, permasalahan tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua bagian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§  Konversi diantar data yang berbeda struktur&lt;br /&gt;§  Konversi diantara media data yang berbeda&lt;br /&gt; Dalam penyusunan SIG, setiap tipe data atau tema dapat diartikan sebagai suatu lapisan data keruangan. Kemungkinan terdapat tiga tipe yang harus diberi kode yaitu : titik, garis dan area. Tiap data keruangan, objek keruangan harus dapat diberi kode. Ada dua macam teknik, pertama merupakan generalisasi dan penyimpanan dalam bentuk sel sebagai identifikasi lokasi dalam struktur jaring-jaring (raster), yang kedua menggunakan koordinat sebagai posis untuk setiap objek yang diidentifikasi (vektor). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17953307-112955912145269730?l=anawinaldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.winaldi.blogspot.com' title='Tutorial MapInfo - Data Sumber'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anawinaldi.blogspot.com/feeds/112955912145269730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17953307&amp;postID=112955912145269730' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112955912145269730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112955912145269730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anawinaldi.blogspot.com/2005/10/tutorial-mapinfo-data-sumber.html' title='Tutorial MapInfo - Data Sumber'/><author><name>Wiwin Winaldi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05462216199722523446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-17953307.post-112955744013620148</id><published>2005-10-17T20:55:00.000+07:00</published><updated>2005-10-17T20:57:20.143+07:00</updated><title type='text'>Belajar Dari Wajah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Menarik sekali jikalau kita terus menerus belajar tentang fenomena apapun yang terjadi dalam hiruk-pikuk kehidupan ini. Tidak ada salahnya kalau kita buat semacam target. Misalnya : hari ini kita belajar tentang wajah. Wajah? Ya, wajah. Karena masalah wajah bukan hanya masalah bentuknya, tapi yang utama adalah pancaran yang tersemburat dari si pemilik wajah tersebut.&lt;br /&gt;Ketika pagi menyingsing, misalnya, tekadkan dalam diri : "Saya ingin tahu wajah yang paling menenteramkan hati itu seperti apa? Wajah yang paling menggelisahkan itu seperti bagaimana?" karena pastilah hari ini kita akan banyak bertemu dengan wajah orang per orang. Ya, karena setiap orang pastilah punya wajah. Wajah istri, suami, anak, tetangga, teman sekantor, orang di perjalanan, dan lain sebagainya. Nah, ketika kita berjumpa dengan siapapun hari ini, marilah kita belajar ilmu tentang wajah.&lt;br /&gt;Subhanallaah, pastilah kita akan bertemu dengan beraneka macam bentuk wajah. Dan, tiap wajah ternyata dampaknya berbeda-beda kepada kita. Ada yang menenteramkan, ada yang menyejukkan, ada yang menggelikan, ada yang menggelisahkan, dan ada pula yang menakutkan. Lho, kok menakutkan? Kenapa? Apa yang menakutkan karena bentuk hidungnya? Tentu saja tidak! Sebab ada yang hidungnya mungil tapi menenteramkan. Ada yang sorot matanya tajam menghunjam, tapi menyejukkan. Ada yang kulitnya hitam, tapi penuh wibawa.&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika berjumpa dengan seorang ulama dari Afrika di Masjidil Haram, subhanallaah, walaupun kulitnya tidak putih, tidak kuning, tetapi ketika memandang wajahnya... sejuk sekali! Senyumnya begitu tulus meresap ke relung qolbu yang paling dalam. Sungguh bagai disiram air sejuk menyegarkan di pagi hari. Ada pula seorang ulama yang tubuhnya mungil, dan diberi karunia kelumpuhan sejak kecil. Namanya Syekh Ahmad Yassin, pemimpin spiritual gerakan Intifadah, Palestina. Ia tidak punya daya, duduknya saja di atas kursi roda. Hanya kepalanya saja yang bergerak. Tapi, saat menatap wajahnya, terpancar kesejukan yang luar biasa. Padahal, beliau jauh dari ketampanan wajah sebagaimana yang dianggap rupawan dalam versi manusia. Tapi, ternyata dibalik kelumpuhannya itu beliau memendam ketenteraman batin yang begitu dahsyat, tergambar saat kita memandang sejuknya pancaran rona wajahnya.&lt;br /&gt;Nah, saudaraku, kalau hari ini kita berhasil menemukan struktur wajah seseorang yang menenteramkan, maka cari tahulah kenapa dia sampai memiliki wajah yang menenteramkan seperti itu. Tentulah, benar-benar kita akan menaruh hormat. Betapa senyumannya yang tulus; pancaran wajahnya, nampak ingin sekali ia membahagiakan siapapun yang menatapnya. Dan sebaliknya, bagaimana kalau kita menatap wajah lain dengan sifat yang berlawanan; (maaf, bukan bermaksud meremehkan) ada pula yang wajahnya bengis, struktur katanya ketus, sorot matanya kejam, senyumannya sinis, dan sikapnya pun tidak ramah. Begitulah, wajah-wajah dari saudara-saudara kita yang lain, yang belum mendapat ilmu; bengis dan ketus. Dan ini pun perlu kita pelajari.&lt;br /&gt;Ambillah kelebihan dari wajah yang menenteramkan, yang menyejukkan tadi menjadi bagian dari wajah kita, dan buang jauh-jauh raut wajah yang tidak ramah, tidak menenteramkan, dan yang tidak menyejukkan.&lt;br /&gt;Tidak ada salahnya jika kita evalusi diri di depan cermin. Tanyalah; raut seperti apakah yang ada di wajah kita ini? Memang ada diantara hamba-hamba Allah yang bibirnya di desain agak berat ke bawah. Kadang-kadang menyangkanya dia kurang senyum, sinis, atau kurang ramah. Subhanallaah, bentuk seperti ini pun karunia Allah yang patut disyukuri dan bisa jadi ladang amal bagi siapapun yang memilikinya untuk berusaha senyum ramah lebih maksimal lagi.&lt;br /&gt;Sedangkan bagi wajah yang untuk seulas senyum itu sudah ada, maka tinggal meningkatkan lagi kualitas senyum tersebut, yaitu untuk lebih ikhlas lagi. Karena senyum di wajah, bukan hanya persoalan menyangkut ujung bibir saja, tapi yang utama adalah, ingin tidak kita membahagiakan orang lain? Ingin tidak kita membuat di sekitar kita tercahayai? Nabi Muhammad SAW, memberikan perhatian yang luar biasa kepada setiap orang yang bertemu dengan beliau sehingga orang itu merasa puas. Kenapa puas? Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW – bila ada orang yang menyapanya – menganggap orang tersebut adalah orang yang paling utama di hadapan beliau. Sesuai kadar kemampuannya.&lt;br /&gt;Walhasil, ketika Nabi SAW berbincang dengan siapapun, maka orang yang diajak berbincang ini senantiasa menjadi curahan perhatian. Tak heran bila cara memandang, cara bersikap, ternyata menjadi atribut kemuliaan yang beliau contohkan. Dan itu ternyata berpengaruh besar terhadap sikap dan perasaan orang yang diajak bicara.&lt;br /&gt;Adapun kemuramdurjaan, ketidakenakkan, kegelisahan itu muncul ternyata diantara akibta kita belum menganggap orang yang ada dihadapan kita orang yang paling utama. Makanya, terkadang kita melihat seseorang itu hanya separuh mata, berbicara hanya separuh perhatian. Misalnya, ketika ada seseorang yang datang menghampiri, kita sapa orang itu sambil baca koran. Padahal, kalau kita sudah tidak mengutamakan orang lain, maka curahan kata-kata, cara memandang, cara bersikap, itu tidak akan punya daya sentuh. Tidak punya daya pancar yang kuat.&lt;br /&gt;Orang karena itu, marilah kita berlatih diri meneliti wajah, tentu saja bukan maksud untuk meremehkan. Tapi, mengambil tauladan wajah yang baik, menghindari yang tidak baiknya, dan cari kuncinya kenapa sampai seperti itu? Lalu praktekkan dalam perilaku kita sehari-hari. Selain itu belajarlah untuk mengutamakan orang lain!Mudah-mudahan kita dapat mengutamakan orang lain di hadapan kita, walaupun hanya beberapa menit, walaupun hanya beberapa detik, subhanallaah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/17953307-112955744013620148?l=anawinaldi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://anawinaldi.blogspot.com/feeds/112955744013620148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=17953307&amp;postID=112955744013620148' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112955744013620148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/17953307/posts/default/112955744013620148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://anawinaldi.blogspot.com/2005/10/belajar-dari-wajah.html' title='Belajar Dari Wajah'/><author><name>Wiwin Winaldi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05462216199722523446</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
